Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >142 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Kota Tasikmalaya Nonaktif, Status UHC Terancam Batal

    142 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Kota Tasikmalaya Nonaktif, Status UHC Terancam Batal

    Waktu: 2026-07-29 18:11:19 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Sebanyak 142 ribu warga Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, tercatat menjadi peserta BPJS Kesehatan nonaktif pada pertengahan 2026.

    Kondisi ini membuat status Universal Health Coverage (UHC) atau pelayanan gratis kesehatan berdomisili KTP Kota Tasikmalaya terancam dibatalkan.

    Pasalnya, syarat daerah berstatus UHC selama ini mesti di atas 80 persen masyarakatnya sebagai peserta BPJS Kesehatan aktif.

    "Ambang batas mendapatkan status UHC itu dengan kepesertaan BPJS Kesehatan di 80 persen. Posisi Kota Tasikmalaya sekarang di 80,2 persen. Soalnya, ada 142 ribu peserta yang sudah menjadi peserta, tetapi statusnya nonaktif. Makanya, kami bersinergi melalui penandatangan kesepahaman JAGA JKN," jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya, Hamdani, di kantornya, Kamis (16/7/2026).

    Menurut Hamdani, Kota Tasikmalaya selama beberapa tahun terakhir selalu mendapatkan penghargaan status UHC bagi pelayanan kesehatan masyarakatnya dan baru tahun ini statusnya terancam dibatalkan.

    Ada beberapa faktor penyebab peserta yang sudah terdaftar tetapi berstatus nonaktif, salah satunya kelancaran pembayaran premi bulanan peserta secara mandiri.

    "Secara umum, kepesertaan BPJS Kesehatan nyaris menyentuh 100 persen dari jumlah penduduk. Namun, masih ada 11 ribu jiwa yang belum mendaftar sama sekali," tambah dia.

    Langkah JAGA JKN sendiri, lanjut dia, untuk mengadvokasi masyarakat mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan secara mandiri.

    Adapun mengenai adanya pengaruh pemutakhiran data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) merupakan penyebab yang berbeda.

    "Itu beda lagi. Posisinya itu kan di Kemensos ya dari DTKS (DTSEN). Kalau misalnya memang dia ternyata memang tidak masuk desil 1 sampai desil 5, ya harusnya dapat mendaftar secara mandiri. Sangat disayangkan kalau status UHC di daerah jadi dibatalkan nantinya," ujar dia.

    Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan total kebutuhan penerima bantuan iuran untuk jaminan kesehatan yang dibayar pemerintah daerah selama ini sekitar Rp 47 miliar tiap tahunnya.

    "Nah, salah satunya sumber pembayaran jaminan kesehatan di kami itu Rp 27 miliar dan belum ada transfer karena di pusatnya belum masuk ke provinsi," ujar dia.

    Selain itu, penyebab lainnya ialah nilai fiskal Kota Tasikmalaya tahun ini mengalami penurunan menyebabkan pendapatan dana sharing pemerintah pusat berkurang.

    "Sekarang kami masih menunggu karena belum tersalurkan. Namun, kami tidak terpaku di sana, bagaimana memastikan kepesertaan 98 persen dengan keaktifannya minimal 80 persen," ujar dia.

    • Sebelumnya: Momen Kapolda Riau dan Ojol-Mahasiswa Nobar Final Piala Dunia di Polda Riau
    • Selanjutnya: Pangdam Ungkap Alasan TNI Bangun Batalyon Teritorial di Tiap Kabupaten, Bukan Sekadar untuk Tempur

      Artikel Terkait

      • Modus Petani di Kendari Sultra Perkosa Perempuan Disabilitas, Beraksi sejak 2024
      • Baleg DPR Rampungkan Draf RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
      • Kajian Teknis Pelican Crossing di JPO Tendean yang Ditabrak Truk Segera Rampung
      • Tarif Listrik PLN 20-26 Juli 2026 Telah Ditetapkan, Ini Rinciannya
      • Pelaku Utama Penyekap dan Penganiaya Wanita di Bekasi Ditangkap!
      • Ini Tips Memilih Ban SUV yang Tepat Sesuai Karakter Jalan di Indonesia
      • Menolak Punah, Cerita Nur Holipah Merawat Sastra dan Bahasa Using Banyuwangi Lewat Tulisan
      • Jaga Sinergitas, Anggota Polsek-polsek di Bogor Kunjungi Koramil
      • Ahli TPPU Beberkan Modus Perkara 3 Korupsi yang Jerat Febrie Adriansyah
      • Nobar Final Piala Dunia di Balai Kota Bogor, Ini Lokasi Parkir Kendaraan

        Lihat Sekilas

      • Wali Kota Pekanbaru Yakin Argentina Melenggang ke Final
      • Warga Diimbau Siapkan Cadangan Air Selama Perawatan IPA Hutan Kota
      • Anggota DPR Dorong Edukasi Bahaya Ancaman Bom usai Teror di SDN Srengseng Sawah 15
      • FIFA Beri Cincin Juara untuk Pemenang Piala Dunia 2026, Contek Tradisi NFL?
      • KPK Kehilangan Kata "Berani" dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
      • BPH Migas Kawal Upaya Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Antrean BBM di SPBU Berangsur Terurai
      • Viral Wanita di Bekasi Diduga Dianiaya-Disekap Pacar, Polisi Turun Tangan
      • Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Membludak, Penonton Saling Dorong
      • KLM Tanjung Bara Tenggelam di Maluku, 8 ABK Diselamatkan Kapal Yacht Asal Selandia Baru
      • Seskab: Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini
      • Copyright © 2026 Powered by 142 Ribu Peserta BPJS Kesehatan di Kota Tasikmalaya Nonaktif, Status UHC Terancam Batal,Vista Notebook   sitemap