Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Antrean BBM di Medan Terurai, BPH Migas Sebut Bukan karena Kuota, Lalu Apa?

    Antrean BBM di Medan Terurai, BPH Migas Sebut Bukan karena Kuota, Lalu Apa?

    Waktu: 2026-09-12 19:01:04 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    JAKARTA, KOMPAS.com - Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Medan, Sumatera Utara, mulai berangsur terurai setelah PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) meningkatkan distribusi bahan bakar minyak (BBM).

    Untuk mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut (Sumatera bagian Utara; Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau) menambah sekitar 35 persen kapasitas armada mobil tangki beserta awaknya.

    Perusahaan juga mengoptimalkan alih suplai dari Fuel Terminal Siantar, Fuel Terminal Kisaran, dan Integrated Terminal Lhokseumawe, serta memaksimalkan penerimaan dan penyaluran pasokan melalui Terminal BBM Medan Group di Labuhan Deli.

    Langkah tersebut mendorong penyaluran BBM ke SPBU hingga mencapai 120-125 persen dibandingkan kondisi normal.

    Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi mengatakan, seluruh operasional Fuel Terminal Medan Group berjalan kondusif dan terus dioptimalkan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat terpenuhi.

    Pada 14-16 Juli 2026 rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter (KL) per hari. Peningkatan penyaluran tersebut dilakukan untuk memperkuat stok BBM di tingkat SPBU sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali normal.

    "Mudah-mudahan peningkatan penyaluran ini dapat menjadi tambahan stok di SPBU sehingga mampu mengurai antrean yang masih terjadi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/7/2026).

    Sementara itu, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan, kondisi stok BBM di Sumatera Utara saat ini dalam keadaan aman.

    Pasokan juga terus diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses bongkar muat Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

    Menurut Wahyudi, peningkatan suplai BBM hingga 120-125 persen menjadi langkah percepatan untuk mengembalikan pelayanan di SPBU ke kondisi normal.

    "Kita terus meminta agar peningkatan suplai disegerakan, dari kondisi sebelumnya sebesar 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini merupakan upaya terbaik untuk mengurai antrean di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat," ucap Wahyudi.

    Berdasarkan hasil pemantauan BPH Migas bersama Pertamina Patra Niaga pada Jumat (17/7/2026) sore, antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan telah berangsur normal.

    "Hanya ada dua sampai tiga mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini kondisi pada pukul 17.45 WIB. Kita akan terus melakukan pemantauan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM di Sumatera Utara agar kembali normal," kata dia.

    Bukan Karena Keterbatasan Kuota

    Meski demikian, BPH Migas menegaskan antrean yang sempat terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota BBM.

    Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menyebut, realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata realisasi nasional.

    Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran pertalite di Sumatera Utarasehingga persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota.

    "Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan," ungkapnya.

    Menurutnya, evaluasi perlu difokuskan pada aspek operasional distribusi, termasuk memperkuat sistem peringatan dini (early warning system) serta pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat.

    "Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," tuturnya.

    • Sebelumnya: Kabut Asap Ancam AS Jelang Final Piala Dunia, Trump Salahkan Kanada!
    • Selanjutnya: Jelang HUT Ke-81 RI, Jalur Terdampak Bencana Sumatera Mulai Pulih

      Artikel Terkait

      • Nasib Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Usai Nobar Piala Dunia
      • I.League Rombak Kalender Kompetisi, League Cup Hadir Mulai November
      • Prabowo Bicara Pangkas Anggaran Pertahanan, Legislator: APBN untuk Rakyat
      • Masih Buka Peluang Tambah Pemain, Timnas Indonesia Segera Tentukan 23 Nama untuk Piala AFF 2026
      • Polemik Malvinas: Inggris Desak FIFA, Gedung Putih Bela Argentina
      • Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Pedro Porro Tepati Janji pada Sang Kakek
      • Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Nagan Raya dan Bireuen
      • Anjing Husky di Babelan Bekasi Diduga Dibacok, Polisi Turunkan K9 Cari Pelaku
      • Asosiasi Mitra BGN Curhat di DPR: Ada Keracunan, Kami yang Dianggap Salah
      • Disebut Perlu Beri Kompensasi Gangguan Layanan Air ke Pelanggan, Ini Penjelasan PAM JAYA

        Lihat Sekilas

      • Belajar dari Ledakan MAN 3 Padang, Peneliti UI: Sekolah Terlatih Deteksi Pelanggaran Berisik, Bukan Penderitaan Senyap
      • Rincian Utang Rp 1,6 Triliun BGN Era Dadan: Bayar EO, Unhan, hingga Sendok
      • Mahasiswa ITB Kurang Mampu Asal Jakarta Akan Dapat Beaiswa dari Pemprov, 85 Nama Diserahkan ke Pramono Anung
      • Bupati Kulon Progo Ungkap Penyebab Kenakalan Pelajar: Berawal dari Pembiaran Hal-hal Kecil
      • Bahlil Guyon ke Nusron Pakai Kacamata Hitam karena Inggris Kalah dari Argentina
      • Ketua DPRD Lebak Bantah Perintahkan Penculikan Aktivis, Klaim Sudah Damai dengan Korban
      • BGN Lapor ke DPR: Bicara WTP BPK di Era Dadan hingga Ungkap Daftar Utang
      • Kata Mbappe soal Jadi Pencetak Gol Terbanyak Piala Dunia tapi Perancis Kalah 6-4 dari Inggris
      • Ahli TPPU Beberkan Modus Perkara 3 Korupsi yang Jerat Febrie Adriansyah
      • Bangkai Paus di Pantai Jembrana Muncul Lagi, Lokasi Penguburan Tergerus Air Pasang
      • Copyright © 2026 Powered by Antrean BBM di Medan Terurai, BPH Migas Sebut Bukan karena Kuota, Lalu Apa?,Vista Notebook   sitemap