Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?

    Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?

    Waktu: 2026-07-29 18:03:58 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Mengapa jatuh cinta bisa memicu rasa takut?

    Kedekatan emosional dapat membangkitkan trauma masa lalu

    Hubungan baru menuntut seseorang untuk terbuka dan menunjukkan sisi rentan dirinya.  Bagi orang yang pernah mengalami pengkhianatan, pengabaian emosional, hubungan tidak konsisten, atau ditinggalkan, kedekatan tidak selalu terasa aman.

    Meski pasangan baru bersikap baik dan stabil, tubuh dapat bereaksi seolah-olah sedang menghadapi bahaya. Rasa cemas pun muncul ketika hubungan mulai terasa semakin dekat.

    “Tubuh mengingat pengalaman masa lalu jauh sebelum pikiran dapat memahaminya. Karena itu, pesan yang terlambat dibalas tiba-tiba terasa sangat sulit ditoleransi, atau sedikit jarak emosional dapat memicu serangan panik,” ujar Dr. Tugnait, seperti disadur Only My Health, Kamis (16/7/2026).

    Menurutnya, ketakutan tersebut sering kali bukan sepenuhnya tentang pasangan yang ada di depan mata.  Rasa takut bisa berkaitan dengan pengalaman masa lalu dan luka yang pernah dirasakan saat menjalin kedekatan.

    Tubuh bisa bereaksi lebih cepat daripada pikiran

    Trauma tidak hanya tersimpan sebagai ingatan. Ketika seseorang mulai jatuh cinta, sistem keterikatan emosional yang terbentuk sejak masa awal kehidupan dapat ikut aktif.

    Jika sejak dulu cinta diasosiasikan dengan ketidakpastian atau rasa sakit, tubuh dapat segera memasang mode perlindungan. 

    Akibatnya, seseorang mungkin merasa gelisah, sangat waspada, atau kewalahan secara emosional tanpa memahami penyebabnya.

    “Banyak orang keliru menganggap reaksi fisik yang panik sebagai intuisi atau firasat bahwa ada sesuatu yang salah. Padahal, intuisi sejati terasa tenang dan jelas, sedangkan trauma terasa mendesak, keras, dan digerakkan oleh rasa takut,” jelas Dr. Tugnait.

    Karena itu, rasa tidak nyaman dalam hubungan baru perlu diamati dengan lebih hati-hati. Tidak semua kecemasan otomatis menjadi tanda bahwa pasangan tersebut tidak tepat.

    Kekacauan emosional bisa disalahartikan sebagai chemistry

    Bagi sebagian orang, hubungan yang penuh ketegangan justru terasa familiar. Intensitas emosi kemudian dianggap sebagai tanda cinta yang kuat, sementara kecemasan disalahartikan sebagai gairah atau chemistry.

    Dr. Tugnait mengatakan, pola tersebut dapat terbentuk dari pengalaman emosional yang dipelajari sejak masa kanak-kanak. 

    “Ketika cinta baru tidak mengikuti kekacauan yang sudah familiar, hubungan itu bisa terasa tidak nyaman atau bahkan membosankan,” katanya.

    Hubungan yang sehat dan stabil pun dapat terasa aneh karena tidak memicu respons bertahan hidup seperti sebelumnya. 

    Selain itu, seseorang yang pernah kehilangan dirinya dalam hubungan lama dapat takut mengalami hal serupa.

    Ketakutan itu bisa terlihat dari sikap menjaga jarak, ragu, atau tiba-tiba menarik diri saat hubungan mulai serius. 

    Dengan memahami pola tersebut, seseorang dapat belajar membedakan kedamaian dari kebosanan serta memberi kesempatan pada hubungan yang lebih sehat.

    • Sebelumnya: Bandara Gewayantana Ditutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
    • Selanjutnya: Menjemput Sehat dari Rumah-rumah Warga di Jember...

      Artikel Terkait

      • Penyebab Kematian Mendadak Bintang Jurassic Park, Sam Neill Akhirnya Diungkap
      • Banjir Dahsyat Terjang Afghanistan, 100 Orang Lebih Dilaporkan Hilang
      • KPK Usul Rekening Dana Otsus Papua Dipisah dari APBD, Ini Tujuannya
      • Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
      • Satu Truk Kabur usai Tabrakan di JLS, Sopir Korban Terjepit Kabin
      • Hanya 10 Jam, Polisi Tangkap Anak Angkat dan Kekasihnya yang Bunuh Pria di Nganjuk
      • Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi
      • Unggahan Instagram Pertama Messi Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026
      • Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Warga Depok Diteror Tetangga
      • Sambut 15 Ribu Pelari, Polda Riau Gelar Gala Dinner Riau Bhayangkara Run 2026

        Lihat Sekilas

      • Diet Bebas Gluten Bikin Berat Badan Matt Damon Turun, Pakar: Bukan Karena Glutennya
      • OJK: Dana SAL Tak Lagi Diperdebatkan, Penarikan di Himbara Dilakukan Bertahap
      • DPRD Surabaya Dukung Penataan PKL di Surabaya, Dorong Langkah Humanis
      • Koperasi Bisa Kelola Tambang, Dinas ESDM Jatim Sebut Perizinan Tetap di Pusat
      • Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Hantam Kamboja 3-0 di Laga Perdana
      • Anjasmara Minta Maaf, Tegaskan Ucapannya Saat Live Bukan Ditujukan pada Syifa Hadju
      • Iran Wanti-wanti AS: Anda Tak Bisa Mengancam Kami, Ini Bukan Venezuela!
      • Buntut Kecelakaan Maut, Sejumlah U-turn Ilegal di Jalur Pantura Indramayu Segera Ditutup
      • Prabowo: Kita Ditakut-takuti dengan Rapor Jelek dari Global Rating Agency
      • MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Terus Jaga Integritas
      • Copyright © 2026 Powered by Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?,Vista Notebook   sitemap