Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis

    Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis

    Waktu: 2026-09-13 06:12:00 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang, Sumatera Barat, menunda pemeriksaan terhadap R (17), seorang siswa yang diduga sebagai perakit bom rakitan yang meledak di lingkungan sekolah pada Selasa (14/7/2026).

    Penundaan dilakukan karena kondisi psikologis pelaku yang dinilai belum stabil pascakejadian.

    Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan anak di bawah umur serta mengungkap adanya dugaan perundungan (bullying) sebagai latar belakang tindakan tersebut.

    Mengapa pemeriksaan terhadap pelaku ditunda?

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Padang Kompol M Yasin menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap R belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan kondisi psikologis pelaku yang masih terguncang.

    "Pemeriksaan belum dilakukan karena masih menunggu proses rehabilitasi dan pemulihan terhadap pelaku," kata Yasin di Padang, Senin (20/7/2026) dikutip dari Antara.

    Menurutnya, R yang masih berusia 17 tahun dan berstatus sebagai anak, membutuhkan penanganan khusus. Guncangan psikologis yang dialami setelah insiden ledakan membuatnya belum siap untuk dimintai keterangan.

    Jika pemeriksaan dipaksakan, dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas informasi yang diberikan oleh pelaku.

    Bagaimana proses pemulihan terhadap pelaku dilakukan?

    Saat ini, R tengah menjalani penanganan oleh tim terpadu yang terdiri dari berbagai instansi di bawah Pemerintah Kota Padang.

    Penanganan tersebut mencakup beberapa aspek untuk memastikan kondisi pelaku pulih secara menyeluruh. Program pemulihan meliputi:

    Rehabilitasi sosialRehabilitasi psikologisReintegrasi sosial

    Selama proses tersebut berlangsung, R ditempatkan di rumah aman yang disediakan oleh pemerintah daerah. Sementara itu, pengawasan tetap dilakukan oleh pihak kepolisian.

    Yasin mengatakan bahwa proses rehabilitasi dijadwalkan berlangsung hingga 28 Juli. Setelah kondisi pelaku dinilai membaik, barulah pemeriksaan akan dilakukan.

    Bagaimana perkembangan penyelidikan kasus ini?

    Meski pemeriksaan terhadap pelaku ditunda, proses penyelidikan tetap berjalan. Satreskrim Polresta Padang telah memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap kronologi dan latar belakang kejadian.

    Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa R mempelajari cara merakit bom secara otodidak melalui internet selama kurang lebih empat bulan.

    Selain itu, bahan dan peralatan yang digunakan untuk merakit bom diperoleh melalui toko daring.

    Seluruh proses perakitan dilakukan secara mandiri tanpa sepengetahuan orang tua maupun keluarga.

    Setelah dirakit, benda tersebut disimpan hingga akhirnya digunakan dalam aksi peledakan di lingkungan sekolah.

    Polisi mengungkap bahwa motif utama pelaku melakukan aksi tersebut diduga karena rasa kesal akibat menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.

    Kondisi tersebut memicu emosi pelaku hingga nekat merakit dan meledakkan bom di pekarangan sekolahnya sendiri. 

    • Sebelumnya: Siapa Femas Yani Arianto? Sosok Pemuda Madiun yang Kabur Saat Tur Korea Selatan
    • Selanjutnya: Hasil SEA V Cup 2026: Indonesia Hantam Kamboja 3-0 di Laga Perdana

      Artikel Terkait

      • Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak
      • Mobil Oleng Tabrak 'Pantat' Truk di Tol Singosari-Surabaya, 5 Orang Tewas
      • China Kebut Ambisi AI, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia Lima Tahun Lagi
      • Pemerintah Falkland Ikut Kecam Argentina, Minta FIFA Jatuhkan Sanksi
      • Pelabuhan Petrokimia Gresik Perkuat Logistik Pupuk Lewat Digitalisasi
      • Dukungan Polisi di Pelalawan Boat Racing, Pesona Wisata Sungai Kampar
      • Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
      • Herdman Sebut Ujian Terberat Timnas Indonesia di Piala AFF
      • Kala Trump Kritik Taktik Inggris yang Kalah dari Argentina di Piala Dunia
      • Hasil Semifinal Japan Open 2026: Fajar/Fikri Melaju ke Final

        Lihat Sekilas

      • Sukses Gelar Konser Tunggal, The Neighbourhood Janji Kembali ke Indonesia
      • Mengapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk? Ini Penjelasan Psikoterapis
      • Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
      • Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
      • Iran Lanjutkan Pembicaraan dengan Mediator untuk Cegah Eskalasi
      • 10 Tahun HBC Purwakarta, dari Komunitas Jadi Keluarga Besar
      • Warga Jepang Masih Percaya Takhayul, Rumah Angker Sulit Laku
      • 10 Hidangan Nasi Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas, Ada Favoritmu?
      • Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
      • Pemerintah Falkland Ikut Kecam Argentina, Minta FIFA Jatuhkan Sanksi
      • Copyright © 2026 Powered by Polisi Tunda Pemeriksaan Siswa Perakit Bom di Padang, Tunggu Pemulihan Psikologis,Vista Notebook   sitemap