Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan

    Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan

    Waktu: 2026-09-12 19:33:02 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    Aksi petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalimantan Utara (Kaltara) Wilayah Nunukan yang menempelkan surat pemberitahuan pada kendaraan warga sempat memicu salah paham. 

    Tidak sedikit masyarakat mengira kegiatan tersebut merupakan razia atau penindakan terhadap kendaraan yang menunggak pajak.

    Padahal, Kepala UPTD Bapenda Kaltara Wilayah Nunukan, Samsul, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari layanan Operasi Tempel-Tempel (OTT) yang bertujuan mengingatkan wajib pajak agar segera memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan atau melakukan daftar ulang surat tanda nomor kendaraan (STNK).

    "Itu namanya kegiatan pelayanan OTT, Operasi Tempel-Tempel. Tujuannya mengingatkan masyarakat atau wajib pajak, apabila kendaraan mereka sudah jatuh tempo pajak, atau sudah waktunya daftar ulang STNK," kata Samsul, dikutip dari Tribun Kaltara, Senin (20/7/2026).

    Bukan Razia atau Penilangan

    Samsul menjelaskan, Operasi Tempel-Tempel tidak dilakukan untuk memberikan sanksi kepada pemilik kendaraan. 

    Petugas hanya menempelkan surat pemberitahuan sebagai pengingat apabila kendaraan diduga telah memasuki masa jatuh tempo pembayaran pajak atau daftar ulang STNK.

    Petugas dapat mengidentifikasi kendaraan yang diduga telah jatuh tempo melalui informasi bulan dan tahun yang tercantum pada pelat nomor kendaraan.

    Jika masa berlaku pada pelat nomor telah terlewati, petugas akan menempelkan stiker pemberitahuan agar pemilik kendaraan segera memeriksa STNK.

    "Dengan melihat stiker itu, masyarakat akan mengecek STNK-nya. Dari situ mereka tahu apakah pajaknya sudah jatuh tempo, atau sudah waktunya daftar ulang lima tahunan," jelas dia.

    Menurut Samsul, terdapat dua kewajiban administrasi kendaraan yang menjadi perhatian Samsat, yakni pembayaran pajak kendaraan setiap tahun dan daftar ulang STNK setiap lima tahun.

    Diharapkan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak

    Samsul menegaskan, Operasi Tempel-Tempel merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan tepat waktu.

    Program tersebut juga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    Selain Operasi Tempel-Tempel, Samsat Nunukan juga menyediakan sejumlah layanan untuk memudahkan masyarakat mengurus pajak kendaraan bermotor, di antaranya payment point, pelayanan door to door, Samsat Delivery, notifikasi pajak melalui WhatsApp dan SMS, pemeriksaan kendaraan, serta layanan Samsat Keliling.

    Dengan berbagai layanan tersebut, Bapenda Kaltara berharap masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban administrasi kendaraan sekaligus menghindari keterlambatan pembayaran pajak.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Apa Itu Operasi Tempel-Tempel? Cara Bapenda Kaltara Ingatkan Warga Nunukan Bayar Pajak Kendaraan.

    • Sebelumnya: Pengguna Lama iPhone Makin Setia, Sedikit yang Pindah dari Android
    • Selanjutnya: Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs

      Artikel Terkait

      • Studi Ungkap Mikroplastik Cemari Laut Dalam, Capai Kedalaman 2.000 Meter
      • Prilly Latuconsina Liburan ke Kalibiru, Angin Segar untuk Wisata Kulon Progo
      • Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
      • Kenapa Indeks Saham Korea Selatan Kospi Anjlok 6,31 Persen?
      • Riau Bhayangkara Run Sukses Digelar, Jadi Magnet Sport Tourism
      • Ramalan 12 Shio Minggu Ini 21-26 Juli 2026, Cek Peruntunganmu
      • Kerja di Bali dengan Visa Kunjungan, 3 WNA Pelanggar Izin Tinggal Dideportasi
      • Menpan RB Ingin KPI untuk ASN Berorientasi ke Masyarakat
      • Ledakan Terjadi di Perumahan Elite Grand Polonia Medan, Rumah Hancur
      • Evakuasi Belum Selesai, Longsor di China Keburu Timbun Warga yang Belum Mengungsi

        Lihat Sekilas

      • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
      • TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi Madiun
      • FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
      • KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda Diamankan Polisi
      • Pelaku Begal Pembacok Pria di Koja Jakut Tinggalkan Gancu, Polisi Kantongi Identitasnya
      • Prabowo Cek Mesin Pemusnah Sampah Sebelum Panen Raya Program TNI
      • Alasan Gabriel Mutombo Tak Bisa Tolak Tawaran Persib
      • Resep Nasi Goreng Solaria, Gurih dengan Aroma Wok yang Khas
      • Lawan Narkoba lewat Kearifan Lokal, Sekda Tulang Bawang Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor di Unila
      • Cara Tuchel Lepas Stres di Timnas Inggris, Bersepeda dan Makan Es Krim
      • Copyright © 2026 Powered by Dikira Razia, Bapenda Kaltara Tegaskan Operasi Tempel-Tempel Hanya Pengingat Pajak Kendaraan,Vista Notebook   sitemap