Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

    14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

    Waktu: 2026-07-29 18:06:29 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi dampak musim kemarau yang telah dirasakan di sejumlah wilayah.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan suplai air bersih menggunakan mobil tangki guna membantu masyarakat terdampak kekeringan.

    Langkah ini diambil setelah laporan sementara menunjukkan sedikitnya 14 kecamatan di Cianjur mulai mengalami kekeringan akibat menyusutnya sumber air, baik dari sungai maupun cadangan air bawah tanah.

    Apa saja wilayah yang mulai terdampak kekeringan?

    Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan bahwa dampak kemarau sudah mulai dirasakan masyarakat di berbagai kecamatan.

    Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya debit air hingga beberapa sumber air dilaporkan mulai mengering. Berdasarkan data sementara, terdapat 14 kecamatan yang terdampak, di antaranya:

    Kecamatan CianjurKecamatan CiranjangKecamatan KarangtengahKecamatan MandeKecamatan CikalongkulonKecamatan SukaresmiKecamatan CibeberKecamatan CibinongKecamatan SukaluyuKecamatan GekbrongKecamatan CampakamulyaKecamatan KadupandakKecamatan Agrabinta.

    “Kami meminta kecamatan yang mulai dilanda kekeringan untuk melakukan identifikasi sumber air yang tersedia seperti sumur serapan dangkal, kolam retensi, bendungan, dan sumur bor, serta memaksimalkan fasilitas penampungan air sebagai cadangan,” kata Iwan di Cianjur, Senin (20/7/2026) dikutip dari Antara.

    Bagaimana upaya BPBD dalam memenuhi kebutuhan air bersih?

    Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Cianjur telah melakukan pemetaan wilayah terdampak sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.

    Distribusi dilakukan menggunakan truk tangki yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur.

    Salah satu wilayah yang telah mendapatkan bantuan adalah Kecamatan Cibinong. Selama dua hari penyaluran, petugas dan relawan berhasil mendistribusikan sekitar 20 ribu liter air bersih ke sejumlah desa yang dapat dijangkau kendaraan tangki.

    Selain itu, BPBD juga menyiapkan langkah tambahan guna mempermudah masyarakat dalam mengakses air bersih.

    “Kami juga sudah memetakan sejumlah upaya cepat yang akan dilakukan di kecamatan yang mulai terdampak, termasuk memberikan bantuan pompa air bagi warga untuk mempermudah menampung air bersih,” katanya.

    Apa potensi risiko saat peralihan musim?

    Tidak hanya fokus pada dampak kekeringan, BPBD Cianjur juga mengantisipasi potensi bencana lanjutan saat memasuki masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

    Retakan tanah yang muncul selama musim kering dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

    Menurut Iwan, retakan tanah dapat menjadi titik lemah yang berbahaya ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Kondisi ini berpotensi menyebabkan longsor maupun pergerakan tanah.

    “Kami juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah saat peralihan musim yang diprediksi terjadi pada bulan September, karena retakan tanah yang terkena hujan deras dengan intensitas lama dapat memicu bencana hidrometeorologi,” katanya.

    BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi secara mandiri, terutama di wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

    • Sebelumnya: Napi Lapas Banyuwangi Pesan Sabu, Janjikan Rp 500.000 ke Pengantar
    • Selanjutnya: Profil Timnas Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026 Lawan Spanyol

      Artikel Terkait

      • Bupati Lombok Barat Ahmad Zaini yang Kena OTT Tiba di Gedung KPK
      • Konflik Memanas, Houthi Umumkan Blokade Laut Arab Saudi
      • Prabowo Buka Sidang Kabinet: Kita Evaluasi Apa yang Sudah Dikerjakan
      • Polisi Bongkar Illegal Logging di Pelalawan, 10 Kubik Kayu Disita
      • Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
      • Menantang Ombak dan Ongkos, Perjuangan Nelayan Pangandaran Bertahan Hadapi Kenaikan Harga Bahan Bakar
      • Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan
      • Jadwal China Open 2026 Hari Ini: 5 Wakil Indonesia Turun Bertanding
      • Nomor Punggung 9 Persib Jadi Rebutan Dua Legiun Asing Anyar
      • Viral Video Ban Truk Kontainer Meletus Terpental Timpa Pemotor di Surabaya, Begini Kronologinya

        Lihat Sekilas

      • Promo Superindo Periode 17-19 Juli 2026, Telur Harga Spesial Mulai Rp 26.000
      • Pilu Ibu dan Anak Tewas Tertabrak KA Pandalungan di Tambun Selatan
      • Tak Hanya Stasiun Besar, Turis Asing Kini Naik Kereta dari Stasiun Kecil
      • 5.000 Batang Ganja di Temukan di Yahukimo Papua, Pelaku Diburu
      • Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh
      • Pria Challenge Bocah di Depok Sempat Diamkan Korban 5 Menit di Freezer
      • Australia Ingin Belajar Praktik Dialog Lintas Agama dari Indonesia
      • Habiburokhman Jelaskan Perlu Pengawas Khusus Penerapan RUU Perampasan Aset
      • Pelatihan Guru hingga Renovasi Sekolah, Alazka Care Genjot Pemerataan Pendidikan
      • Gempa M 5 Guncang Turki, Tak Ada Laporan Kerusakan-Korban Jiwa
      • Copyright © 2026 Powered by 14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih,Vista Notebook   sitemap