Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

    14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih

    Waktu: 2026-09-12 19:01:41 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi dampak musim kemarau yang telah dirasakan di sejumlah wilayah.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan suplai air bersih menggunakan mobil tangki guna membantu masyarakat terdampak kekeringan.

    Langkah ini diambil setelah laporan sementara menunjukkan sedikitnya 14 kecamatan di Cianjur mulai mengalami kekeringan akibat menyusutnya sumber air, baik dari sungai maupun cadangan air bawah tanah.

    Apa saja wilayah yang mulai terdampak kekeringan?

    Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan bahwa dampak kemarau sudah mulai dirasakan masyarakat di berbagai kecamatan.

    Kondisi ini ditandai dengan berkurangnya debit air hingga beberapa sumber air dilaporkan mulai mengering. Berdasarkan data sementara, terdapat 14 kecamatan yang terdampak, di antaranya:

    Kecamatan CianjurKecamatan CiranjangKecamatan KarangtengahKecamatan MandeKecamatan CikalongkulonKecamatan SukaresmiKecamatan CibeberKecamatan CibinongKecamatan SukaluyuKecamatan GekbrongKecamatan CampakamulyaKecamatan KadupandakKecamatan Agrabinta.

    “Kami meminta kecamatan yang mulai dilanda kekeringan untuk melakukan identifikasi sumber air yang tersedia seperti sumur serapan dangkal, kolam retensi, bendungan, dan sumur bor, serta memaksimalkan fasilitas penampungan air sebagai cadangan,” kata Iwan di Cianjur, Senin (20/7/2026) dikutip dari Antara.

    Bagaimana upaya BPBD dalam memenuhi kebutuhan air bersih?

    Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Cianjur telah melakukan pemetaan wilayah terdampak sekaligus menyalurkan bantuan air bersih kepada warga.

    Distribusi dilakukan menggunakan truk tangki yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur.

    Salah satu wilayah yang telah mendapatkan bantuan adalah Kecamatan Cibinong. Selama dua hari penyaluran, petugas dan relawan berhasil mendistribusikan sekitar 20 ribu liter air bersih ke sejumlah desa yang dapat dijangkau kendaraan tangki.

    Selain itu, BPBD juga menyiapkan langkah tambahan guna mempermudah masyarakat dalam mengakses air bersih.

    “Kami juga sudah memetakan sejumlah upaya cepat yang akan dilakukan di kecamatan yang mulai terdampak, termasuk memberikan bantuan pompa air bagi warga untuk mempermudah menampung air bersih,” katanya.

    Apa potensi risiko saat peralihan musim?

    Tidak hanya fokus pada dampak kekeringan, BPBD Cianjur juga mengantisipasi potensi bencana lanjutan saat memasuki masa peralihan musim dari kemarau ke penghujan.

    Retakan tanah yang muncul selama musim kering dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.

    Menurut Iwan, retakan tanah dapat menjadi titik lemah yang berbahaya ketika diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama. Kondisi ini berpotensi menyebabkan longsor maupun pergerakan tanah.

    “Kami juga telah melakukan pemetaan wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah saat peralihan musim yang diprediksi terjadi pada bulan September, karena retakan tanah yang terkena hujan deras dengan intensitas lama dapat memicu bencana hidrometeorologi,” katanya.

    BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi secara mandiri, terutama di wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

    • Sebelumnya: Walhi Jatim Sebut Kebakaran TPA Benowo Bentuk Kegagalan Penanganan Sampah
    • Selanjutnya: BPIH 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, Kemenag Karawang Minta Jemaah Tunggu Keputusan Resmi

      Artikel Terkait

      • Cara Membuang Minyak Bekas Memasak agar Tidak Menyumbat Saluran Air
      • Pesan Haru Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026
      • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
      • Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam Dihukum
      • Drake Pasang Taruhan Rp24,5 Miliar untuk Kemenangan Argentina di Final Piala Dunia
      • Polisi Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Timah Ilegal, Disamarkan sebagai Ikan Asin
      • Polisi Amankan 8 Orang Usai Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Kantor Akan Tutup
      • KPK Tak Ajukan Banding atas Vonis John Field di Kasus Suap Bea Cukai
      • Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026, Berangkat dari Yogyakarta Pagi hingga Malam
      • Petani Singkong Minta Harga Rp 2.500 per Kilogram, Gibran Janji Carikan Solusi

        Lihat Sekilas

      • Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan
      • Daftar Harga Sewa Perlengkapan Pendakian di Gunung Lemah Wonosobo
      • Mengelola Kenaikan Berat Badan akibat Efek Samping Obat Gangguan MentalĀ 
      • Cara Nonton Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 04.00 WIB
      • 8 Makanan yang Sering Lupa Dicuci, Padahal Penting untuk Kesehatan
      • Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
      • DJP Ubah Cara Awasi Wajib Pajak, Babinsa hingga Web Scraping Dilibatkan
      • BYD M6 DM Catat Efisiensi Lebih dari 81 KM per Liter di Jalur Surabaya-Prigen, Lengkapi Uji Konsistensi Teknologi DM
      • Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
      • Kronologi Penangkapan Admin "TheKerupuk" gara-gara Meme, Diadang 10 Orang Saat Mau Makan
      • Copyright © 2026 Powered by 14 Kecamatan di Cianjur Dilanda Kekeringan, BPBD Distribusikan 20.000 Liter Air Bersih,Vista Notebook   sitemap