Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Piala Dunia 2026 Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Meksiko, Pertumbuhan Tetap Lesu

    Piala Dunia 2026 Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Meksiko, Pertumbuhan Tetap Lesu

    Waktu: 2026-09-13 01:16:32 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    KOMPAS.com – Euforia penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Meksiko tidak mampu memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian negara tersebut.

    Meski stadion dipenuhi penonton dan jutaan wisatawan datang selama turnamen berlangsung, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai terbatas.

    Meksiko menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Kanada. Dari total 104 pertandingan, sebanyak 13 laga digelar di Meksiko.

    Namun, turnamen yang berakhir pada Minggu (19/7/2026) itu gagal memenuhi target ambisius pemerintah untuk meningkatkan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), yang sebelumnya mengalami kontraksi pada kuartal pertama tahun ini.

    "Kami tidak melihat Piala Dunia akan mengubah secara struktural arah perekonomian Meksiko," kata Kepala Ekonom Rankia Humberto Calzada, dikutip dari Reuters, Jumat (17/7/2026).

    Menurut Calzada, Piala Dunia hanya memberikan stimulus jangka pendek bagi ekonomi Meksiko. Pemerintah memperkirakan ekonomi negara itu tumbuh 1,8-2,8 persen pada 2026, sementara proyeksi analis hanya sekitar 1,1 persen.

    Sejumlah lembaga keuangan juga memangkas proyeksi dampak ekonomi ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

    Banorte menurunkan estimasi kontribusi Piala Dunia terhadap PDB Meksiko menjadi hanya 0,4-0,5 persen, dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 0,62 persen.

    Sementara itu, Banamex memperkirakan total dampak ekonomi turnamen sekitar 2 miliar dollar AS, atau setara sekitar 0,1 persen dari PDB Meksiko.

    Nilai tersebut bahkan kurang dari separuh remitansi yang diterima Meksiko pada Mei, yang mencapai 5,6 miliar dollar AS.

    Deloitte juga merevisi proyeksi penciptaan lapangan kerja sementara menjadi sekitar 100.000 pekerjaan, atau 10 persen lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya.

    Di sisi lain, BBVA melaporkan indikator konsumsi rumah tangga Meksiko justru turun 0,2 persen secara bulanan pada Juni. Pengeluaran masyarakat untuk hotel turun 10,5 persen, sementara belanja di restoran menyusut 4,9 persen. Hanya sektor hiburan yang mencatat kenaikan, yakni 16,5 persen.

    Manfaat ekonomi Piala Dunia juga tidak dirasakan merata di tiga kota penyelenggara, yakni Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.

    Asosiasi Restoran Meksiko melaporkan sekitar separuh restoran di wilayah tersebut mencatat kinerja lebih buruk dibandingkan pekan biasa. Kondisi itu dipengaruhi tingkat okupansi hotel yang rendah serta aksi demonstrasi yang terjadi di Mexico City.

    Data lalu lintas penumpang udara pun menunjukkan hasil yang beragam. Jumlah penumpang meningkat tipis di bandara Guadalajara dan Monterrey sepanjang Juni, tetapi justru menurun di bandara utama Mexico City.

    Para analis menilai prospek ekonomi Meksiko masih lebih ditentukan oleh kepastian hubungan dagang dengan Amerika Serikat dan Kanada melalui Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA), yang akan segera ditinjau kembali.

    Ketidakpastian terkait peninjauan perjanjian tersebut membuat banyak perusahaan menunda investasi. Di saat yang sama, ekonomi Meksiko tercatat mengalami kontraksi 0,6 persen pada kuartal pertama 2026.

    Dana Moneter Internasional (IMF) pun memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Meksiko tahun ini menjadi 1,2 persen dari sebelumnya 1,6 persen, mencerminkan masih lemahnya prospek ekonomi negara tersebut.

    • Sebelumnya: Teka-teki "Safe House" Bupati Sukoharjo di Solo, Diduga Simpan Brankas Emas
    • Selanjutnya: Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031

      Artikel Terkait

      • Panen Raya Bersama TNI, Prabowo Sapa-Salam Petani Tebu di Malang
      • RSUP Adam Malik Siagakan Empat Tim Forensik untuk Tangani Korban Kecelakaan Beruntun Sibolangit
      • Sindikat Penipuan Online Berkedok Lelang Mobil di Medan Dibongkar, Otak Pelakunya Ternyata Penjaga Kos Korban
      • RSUP Adam Malik Siagakan Empat Tim Forensik untuk Tangani Korban Kecelakaan Beruntun Sibolangit
      • Massa Aksi Tak Diizinkan Demo di Patung Kuda, Polisi Jelaskan Alasannya
      • Berapa Jam Tidur yang Dibutuhkan di Usia 60-an agar Otak Tetap Tajam?
      • Aliansi MPR Pastikan Gelar Aksi Lanjutan Usai Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan
      • Chelsea Islan Melahirkan Anak Pertama
      • Kasus JPO Tendean Jadi Alarm Lemahnya Pengawasan Kendaraan ODOL
      • Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas

        Lihat Sekilas

      • 20,4 Ton Kopi Bandung Barat Tembus 4 Negara, Vietnam Jadi Pasar Ekspor Paling Sulit
      • Sejarah Candra Naya di Glodok, Pernah Jadi Sekolah hingga Tempat Kuliah
      • Kandang Ayam Besar di Dekat Perumahan, Bagaimana Aturannya?
      • Siswa SMP di Bangkalan Diperkosa Tiga Pria, Diancam Pakai Celurit
      • Kasus Pengadaan Buah MBG Senilai Rp 170 Juta Lampung: Pemasok Apes, Pemilik Dapur Rugi Dobel
      • Diduga Angkut BBM Ilegal, Minibus Meledak dan Hanguskan Dua Rumah di Polewali Mandar
      • KPK Geledah Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Terkait Kasus Bupati Muara Enim
      • Warga Jateng Resah Data Pribadi Bocor: Takut Dipakai Pinjol hingga Kecewa Pemerintah Tak Transparan
      • Prabowo: Pakar Ramalkan RI Negara Ke-4 Terkaya di Dunia Tahun 2045
      • Pengacara Don Ritto Ungkap Duit Disita dari Kafe de'Clan buat Bangun Pelabuhan
      • Copyright © 2026 Powered by Piala Dunia 2026 Tak Mampu Dongkrak Ekonomi Meksiko, Pertumbuhan Tetap Lesu,Vista Notebook   sitemap