Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak

    Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak

    Waktu: 2026-07-29 17:58:39 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Berdasarkan hasil koordinasi cepat dengan pihak sekolah, terungkap hanya ada 2 murid yang tercatat memiliki kebiasaan tidak biasa, yakni meminta izin pulang lebih awal setiap kali jam pelajaran sedang berlangsung.

    Untuk mendalami kondisi ekonomi mereka, DinsosP3AP2KB Kudus juga telah melakukan pengecekan data desil kemiskinan dari kedua keluarga murid tersebut.

    "Informasi pulang sebelum jam belajar itu selesai itu, hanya 2 orang, yang satu malah ini jarang sekolah. Ini nanti kami akan melakukan assessment dulu untuk keluarga, ini juga sudah dicek desil berapa," ungkap Winarno.

    Jaminan Pemenuhan Hak dan Kebutuhan Dasar Anak

    Winarno berjanji, apabila hasil asesmen di lapangan menunjukkan bahwa anak-anak tersebut memang berasal dari keluarga kurang mampu yang terpaksa bekerja demi menyambung hidup, pemerintah akan segera turun tangan memberikan bantuan dan pendampingan khusus.

    Langkah intervensi sosial yang disiapkan salah satunya adalah mengupayakan program rehabilitasi sosial agar hak anak untuk mendapatkan pendidikan dasar tidak terabaikan.

    "Kalau memang nanti ada bedah rehabsos masuk, nanti kami masuk biar apa, biar haknya anak ini biar belajar, belajar itu kan wajib, kebutuhan dasar anak umur 7 sampai 12 tahun," katanya.

    Dalam menjalankan proses asesmen keluarga tersebut, pihak dinas akan bekerja sama secara intensif dengan Pemerintah Desa Hadipolo guna memastikan data yang diperoleh akurat dan objektif.

    Stigma Sekolah Kampung Sosial dan Sepinya Pendaftar

    Isu mengenai murid yang diduga mengemis ini mencuat di tengah tekanan psikologis yang dihadapi SD 5 Hadipolo. Sekolah dasar negeri tersebut kini harus menanggung stigma negatif dari masyarakat sekitar sebagai "sekolah kampung sosial".

    Stigma ini muncul karena mayoritas murid yang bersekolah di sana merupakan anak-anak dari keluarga terdampak relokasi bantaran Kali Gelis yang kini bermukim di kawasan Desa Hadipolo. Akibat label miring tersebut, sekolah ini sepi peminat pada penerimaan siswa baru tahun ajaran 2026/2027.

    Plt Kepala SD 5 Hadipolo, Solikhul Hadi, membenarkan bahwa label negatif tersebut sangat memengaruhi kondisi psikologis di lingkungan sekolahnya.

    "Untuk stigma itu memang kita dapat informasi dari masyarakat di sini sekolah kampung sosial. Di mana seluruh anak di sini itu memang dari kampung sosial yang orang-orang itu," kata Hadi saat ditemui di SD 5 Hadipolo, Rabu siang.

    Hadi juga mengonfirmasi adanya kebiasaan aneh beberapa murid yang kerap mendesak guru kelas agar diizinkan pulang lebih cepat sebelum kegiatan belajar mengajar usai tanpa alasan yang jelas.

    "Memang ada beberapa anak yang pulangnya agak siang itu sering protes, bu pulang, 'Mau ngapain?' ya ingin pulang," kata Hadi menceritakan kembali interaksi di dalam ruang kelas.

    • Sebelumnya: Eks Kades Ini Tilap Dana Desa Rp 387 Juta demi Selingkuhan
    • Selanjutnya: Mitra MBG Ancam Mogok Massal Dapur MBG, BGN: Beri Kami Waktu

      Artikel Terkait

      • Komisi III DPR Pastikan KPK Ikut Supervisi Usut 3 Kasus Korupsi Jerat Febrie
      • Final Piala Dunia 2026: Pesan Rodri untuk Timnas Spanyol Jelang Hadapi Argentina
      • Kejagung Pastikan Telusuri Info Komisi III soal Bunker di Kasus Febrie
      • Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
      • Messi Vs Mbappe, Siapa yang Bakal Meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026?
      • Menkop Apresiasi Pramono Bikin Jalan Rasuna Said Jadi Lebih Indah dan Keren
      • Alasan Persib Bandung Rekrut Mariano Peralta dari Borneo FC
      • Belajar dari Nama Bayi MBG, Mengapa Nama Tak Boleh Menggunakan Singkatan?
      • Isak Tangis Warnai Evakuasi Korban Ledakan Gudang Amunisi Gupusmu Madiun
      • Sidak Sekolah Rakyat Bali Rp 255 Miliar, Menteri PU Soroti Kegagalan Drainase

        Lihat Sekilas

      • Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
      • 4 Zodiak yang Disebut Paling Suka Mengatur, Scorpio Masuk Daftar
      • Liga Aspal Menteng, Anak-anak Dilatih Kekompakan Hingga Fair Dalam Bertanding
      • Sudah Ada 324 RPTRA di Jakarta, Pramono Akan Tambah Lagi Dekat Permukiman
      • Anwar Ibrahim Bertekad Usir Warga Israel dari Malaysia
      • Karim Adeyemi Selangkah Lagi Gabung Barcelona, Pelatih Dortmund Sudah Ucapkan Selamat Tinggal
      • Hotman Paris Sebut Kasus ASABRI Mulai Sebelum Febrie Adriansyah Jadi Jampidsus
      • Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun
      • Kata-kata Fajar dan Fikri Usai Jadi Juara Japan Open 2026
      • Guru SD di Lubuklinggau Akui Pukul Siswa yang Tak Hafal Perkalian Pakai Mistar
      • Copyright © 2026 Powered by Dinsos Kudus Asesmen Murid SD di Kampung Sosial, Sebut Belum Mengarah Eksploitasi Anak,Vista Notebook   sitemap