Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter

    Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter

    Waktu: 2026-07-29 18:15:10 Sumber: Vista Notebook Penulis: Bisnis

    Stres berat tidak hanya membuat pikiran terasa lelah. Pada perempuan, tekanan emosional, fisik, maupun psikologis juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur siklus menstruasi. 

    Salah satu dampaknya, durasi haid bisa berlangsung lebih lama dari biasanya.

    Dokter Chetna Jain, Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi Cloudnine Group of Hospitals, Sector 14, Gurgaon, mengatakan stres memang dapat mengganggu siklus menstruasi pada sebagian perempuan.

    “Saat tubuh mengalami stres emosional, fisik, atau psikologis, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin,” ujar Dr. Jain, seperti dilansir Only My Health, Sabtu (18/7/2026).

    Lantas, bagaimana stres berat bisa membuat haid lebih lama? 

    Stres mengganggu hormon hingga memicu haid lebih lama

    Saat mengalami stres berat, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon tersebut dapat mengganggu kerja hipotalamus, kelenjar pituitari, dan ovarium yang bersama-sama mengatur siklus menstruasi.

    Menurut Dr Jain, gangguan pada sistem tersebut dapat membuat pola haid berubah. 

    “Sebagian perempuan mungkin mengalami haid yang terlambat, sementara lainnya mengalami perdarahan lebih banyak, bercak di antara siklus, siklus tidak teratur, atau haid yang berlangsung lebih lama,” jelasnya.

    Haid yang biasanya berlangsung selama empat hingga lima hari dapat memanjang hingga satu minggu atau lebih ketika keseimbangan hormon terganggu akibat stres.

    Ovulasi terganggu dan lapisan rahim luruh tidak teratur

    Stres berat juga dapat mengganggu atau menunda ovulasi. Ketika ovulasi terlambat atau tidak berlangsung sebagaimana mestinya, kadar hormon estrogen dan progesteron bisa mengalami perubahan yang tidak normal.

    “Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi lapisan rahim dan menyebabkan peluruhannya tidak teratur, sehingga perdarahan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan,” ujar Dr. Jain.

    Stres berat sendiri dapat muncul dari berbagai kondisi, seperti tekanan pekerjaan, masalah hubungan, kesulitan finansial, duka atau trauma, tekanan akademik, kurang tidur, olahraga berlebihan, hingga penyakit dan operasi.

    Bahkan, tekanan fisik seperti penurunan berat badan secara cepat, penyakit kronis, dan latihan berlebihan juga dapat memengaruhi menstruasi dengan cara serupa.

    Kenali gejala menstruasi yang berkaitan dengan stres

    Selain durasi haid yang lebih panjang, perubahan menstruasi akibat stres dapat disertai sejumlah gejala lain. 

    Beberapa di antaranya adalah kram hebat, kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, munculnya jerawat, perubahan nafsu makan, hingga haid yang terlewat.

    Meski demikian, Dr. Jain mengingatkan, haid berkepanjangan tidak selalu disebabkan oleh stres. 

    “Kondisi seperti PCOS, gangguan tiroid, fibroid, endometriosis, infeksi, ketidakseimbangan hormon, atau komplikasi terkait kehamilan juga dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal,” katanya.

    Oleh karenanya, jika haid berlangsung sangat lama dan terus terjadi selama beberapa siklus, pemeriksaan medis penting dilakukan. Dengan begitu, penyebab pasti perubahan menstruasi dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi.

    • Sebelumnya: Kelakuan RX King Lawan Arah di Pakansari Bikin 3 Korban Bergelimpangan
    • Selanjutnya: Keunggulan Teknis Mesin Hybrid di XForce HEV

      Artikel Terkait

      • Penjahit di Bali Cekcok dengan Pelanggan hingga Singgung SARA, Kini Mina Maaf
      • Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya
      • TPA Cipayung Depok Kebakaran, Api Menyala Besar
      • Waka BGN Minta Waktu ke Mitra SPPG untuk Tata Program MBG
      • Anjing Husky di Babelan Bekasi Diduga Dibacok, Polisi Turunkan K9 Cari Pelaku
      • Kenneth DPRD DKI Bantu Anak Disabilitas Saat Tinjau Proyek Saluran Air di Jakbar
      • Iwakum Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan
      • Harta Benda Ludes dalam Kebakaran Bekasi, "Saya Hanya Sempat Selamatkan Anak-anak..."
      • Menkop Kumpulkan Pengurus Kopdes Merah Putih, Cari Solusi Kendala Operasional
      • BRIN Diminta Prabowo Cari Sumber Air Baru, Antisipasi Dampak Perubahan Iklim

        Lihat Sekilas

      • MTsN Asahan Tolak MBG, Bobby Nasution: SPPG-nya Perlu Dikoreksi
      • Viral Croissant Topping Mirip Rambut Manusia, Apakah Halal? Ini Kata Akademisi dan MUI
      • Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik
      • Tinjau Proyek Jalan, Gubernur Lampung Tekankan Kualitas-Pengawasan Berlapis
      • Cara Nonton Inggris Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 via TVRI dan Live Streaming
      • Pemkab Purwakarta Pastikan Gaji 4.200 PPPK Aman meski Fiskal Daerah Tertekan
      • Polisi Ungkap Siswa MAN 3 Padang Bawa 4 Bom Rakitan, 1 Meledak
      • Menkop Resmi Buka Pelatihan Manajer KDKMP
      • 4 Metode Pembayaran Digital yang Dipakai Pelaku Judi Online untuk Kelabui Petugas
      • Datangi Kantor Pertamina, Pemkot Medan Tagih Janji Atasi Antrean Mengular di SPBU
      • Copyright © 2026 Powered by Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter,Vista Notebook   sitemap