Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter

    Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter

    Waktu: 2026-09-13 07:59:32 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Stres berat tidak hanya membuat pikiran terasa lelah. Pada perempuan, tekanan emosional, fisik, maupun psikologis juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur siklus menstruasi. 

    Salah satu dampaknya, durasi haid bisa berlangsung lebih lama dari biasanya.

    Dokter Chetna Jain, Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi Cloudnine Group of Hospitals, Sector 14, Gurgaon, mengatakan stres memang dapat mengganggu siklus menstruasi pada sebagian perempuan.

    “Saat tubuh mengalami stres emosional, fisik, atau psikologis, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin,” ujar Dr. Jain, seperti dilansir Only My Health, Sabtu (18/7/2026).

    Lantas, bagaimana stres berat bisa membuat haid lebih lama? 

    Stres mengganggu hormon hingga memicu haid lebih lama

    Saat mengalami stres berat, tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon tersebut dapat mengganggu kerja hipotalamus, kelenjar pituitari, dan ovarium yang bersama-sama mengatur siklus menstruasi.

    Menurut Dr Jain, gangguan pada sistem tersebut dapat membuat pola haid berubah. 

    “Sebagian perempuan mungkin mengalami haid yang terlambat, sementara lainnya mengalami perdarahan lebih banyak, bercak di antara siklus, siklus tidak teratur, atau haid yang berlangsung lebih lama,” jelasnya.

    Haid yang biasanya berlangsung selama empat hingga lima hari dapat memanjang hingga satu minggu atau lebih ketika keseimbangan hormon terganggu akibat stres.

    Ovulasi terganggu dan lapisan rahim luruh tidak teratur

    Stres berat juga dapat mengganggu atau menunda ovulasi. Ketika ovulasi terlambat atau tidak berlangsung sebagaimana mestinya, kadar hormon estrogen dan progesteron bisa mengalami perubahan yang tidak normal.

    “Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi lapisan rahim dan menyebabkan peluruhannya tidak teratur, sehingga perdarahan berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan,” ujar Dr. Jain.

    Stres berat sendiri dapat muncul dari berbagai kondisi, seperti tekanan pekerjaan, masalah hubungan, kesulitan finansial, duka atau trauma, tekanan akademik, kurang tidur, olahraga berlebihan, hingga penyakit dan operasi.

    Bahkan, tekanan fisik seperti penurunan berat badan secara cepat, penyakit kronis, dan latihan berlebihan juga dapat memengaruhi menstruasi dengan cara serupa.

    Kenali gejala menstruasi yang berkaitan dengan stres

    Selain durasi haid yang lebih panjang, perubahan menstruasi akibat stres dapat disertai sejumlah gejala lain. 

    Beberapa di antaranya adalah kram hebat, kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala, munculnya jerawat, perubahan nafsu makan, hingga haid yang terlewat.

    Meski demikian, Dr. Jain mengingatkan, haid berkepanjangan tidak selalu disebabkan oleh stres. 

    “Kondisi seperti PCOS, gangguan tiroid, fibroid, endometriosis, infeksi, ketidakseimbangan hormon, atau komplikasi terkait kehamilan juga dapat menyebabkan perdarahan yang tidak normal,” katanya.

    Oleh karenanya, jika haid berlangsung sangat lama dan terus terjadi selama beberapa siklus, pemeriksaan medis penting dilakukan. Dengan begitu, penyebab pasti perubahan menstruasi dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi.

    • Sebelumnya: Kelanjutan Kasus Febrie Adriansyah, Polri Minta Masyarakat Percaya Pada Kejagung
    • Selanjutnya: Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya

      Artikel Terkait

      • Kelakuan RX King Lawan Arah di Pakansari Bikin 3 Korban Bergelimpangan
      • Halte Kebon Sirih Arah Kota Akan Ditutup 3 Hari, TJ Siapkan Alternatif
      • Kesaksian Sopir Truk Korban Tabrakan Beruntun di Tol JORR Arah Tanjung Priok
      • Cara Nonton Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 via Live Streaming dan TVRI, Kickoff 02.00 WIB
      • Di Hadapan Wagub Sumbar, Dedi Mulyadi Singgung Soal Tambang: Eksploitasi Alam Tak Bikin Daerah Makmur
      • Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas
      • Disdukcapil Wonosobo Tawarkan 2 Alternatif Nama Bayi Muhammad MBG Subianto
      • Mengenal Perpustakaan Nyi Ageng Serang, Begini Cara Berkunjungnya
      • 3 Duel Kunci Penentu Kemenangan Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 
      • Kembali Gandeng Maestro Hadiprana, Summarecon Hadirkan Rumah Premium di Bogor

        Lihat Sekilas

      • Google Cloud Fokus Bantu Perusahaan Raih ROI dari Implementasi AI
      • Ada yang Bela Spanyol, Ada yang Dukung Messi, Ada Pula yang Cuma Mau Nonton Konser
      • Ketua Komisi III DPR Dengar Info Ada Bunker Lain di Kasus Febrie Adriansyah
      • Prediksi Cristian Carrasco untuk Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina
      • Regulasi Berbelit, Prabowo Minta Single National Identity Card Segera Dieksekusi
      • Prediksi Line Up Spanyol vs Argentina, Duel Yamal Lawan Messi
      • Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
      • KPK Dalami Komunikasi Anggota BPK Bobby dan Angga Terkait Suap Audit Muara Enim
      • Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak
      • Ricardo Salampessy Prediksi Argentina Juara Piala Dunia 2026
      • Copyright © 2026 Powered by Stres Berat Bikin Durasi Haid Lebih Lama? Ini Kata Dokter,Vista Notebook   sitemap