Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Wisata >Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

    Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global

    Waktu: 2026-07-29 18:10:29 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Parade Banyuwangi Ethno Carnival 2026 berlangsung meriah, hari ini. Deretan kostum spektakuler yang mengusung konsep fashion carnival kembali menunjukkan bagaimana kreativitas modern dapat berpadu harmonis dengan kekayaan budaya lokal.

    Kemeriahan BEC dibuka dengan penampilan beragam kesenian khas Banyuwangi. Mulai dari Kuntulan Ewon, Tari Seblang, Gandrung, Jaranan Butho, hingga barong yang ditampilkan secara kolosal. Rangkaian pertunjukan tersebut menghadirkan nuansa budaya Banyuwangi yang kental, sekaligus menjadi penegasan bahwa di tengah perkembangan dan kiprahnya di panggung dunia, Banyuwangi tetap menjadikan tradisi sebagai bagian penting dari identitasnya.

    "Globalisasi tidak boleh menyingkirkan budaya, tradisi dan nilai-nilai luhur yang terwariskan oleh nenek moyang kita. Justru kemajuan haruslah menjadi medium untuk terus melestarikan budaya kita," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam keterangan tertulis, Sabtu .

    Usai pertunjukan budaya, parade berlanjut dengan deretan kostum fashion carnival berkelas dunia. Setiap karya tampil dengan desain dan tata rias modern, namun tetap berakar pada inspirasi budaya lokal sehingga menghadirkan perpaduan yang megah sekaligus unik.

    Ketua Dewan Kesenian Blambangan Hasan Basri mengatakan nilai-nilai lokal harus tetap berdaulat di tengah kemajuan zaman. "BEC adalah etalase utama untuk menunjukkan keindahan budaya Banyuwangi di panggung dunia," pujinya.

    Mengusung tema Perang Bayu, menjadikan BEC 2026 tak hanya spektakuler, namun mengandung pesan historis yang kuat. Episode sejarah terpenting dalam derap kehidupan rakyat Blambangan itu menjadi pengingat akan nilai-nilai perjuangan.

    Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Osing, Banyuwangi, Wiwin Indiarti menyebutkan Perang Bayu adalah salah satu perang penting melawan kolonialisme. Saat itu, Kerajaan Blambangan menunjukkan kegigihan yang luar biasa untuk menjaga kedaulatannya.

    "Nilai-nilai kegigihan perjuangan dalam Perang Bayu ini, harus direvitalisasi dengan baik. BEC menjadi titik awal yang baik untuk menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga tanah air, budaya dan alam kita, sebagaimana dulu Rempeg Jogopati dan ribuan rakyat Blambangan rela mati demi kemerdekaan bangsa," tutur penulis alih bahasa Babad Tawangalun itu.

    Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival menyihir ribuan pasang mata penonton pada event yang telah memasuki tahun ke-14 itu. Ratusan talent dengan aneka kostum bertema 'Perang Bayu' memukau hadirin dan para wisatawan yang datang. Mereka berjalan di sepanjang 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

    Sebagai informasi, tahun ini BEC dihadiri oleh Menteri Koordinator Pangan, Zulkifli Hasan, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, perwakilan Kementerian Pariwisata RI, serta beberapa tokoh nasional dari unsur pemerintahan pusat, DPR RI, petinggi BUMN, hingga swasta.BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit , serta anggota Pacific Islands Forum .

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Beasiswa JAPFA 2026 bagi Siswa SMA/SMK dan Mahasiswa D3-S1, Ada Bantuan Pendidikan dan Peluang Karier
    • Selanjutnya: Pemerintah Buka Opsi Penerima MBG Hanya dari Desil Bawah

      Artikel Terkait

      • Baleg DPR Rampungkan Draf RUU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
      • Satgas PRR Matangkan Persiapan Pembangunan Huntap di Aceh Timur
      • Bocah 6 Tahun Asal Mataram Tewas Tenggelam di Kolam Privat Glamping Kintamani Bali
      • Maling Modus Pecah Kaca Mobil Beraksi di Bekasi, HP hingga Dompet Raib
      • Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan
      • Celoteh Hotman Paris ke Jurnalis Berujung Permintaan Maaf
      • 3 Kapal di Muara Angke Terbakar, Polisi Selidiki Penyebabnya
      • Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal
      • Arus Peti Kemas IPC TPK Naik 7 Persen pada Semester I 2026, Tembus 1,82 Juta TEUs
      • Bareskrim Cabut Police Line dan CCTV Terkait Narkoba di New Star Bali

        Lihat Sekilas

      • Resep Donat Kentang Empuk, Ini Tips agar Mengembang Sempurna
      • Cara Nonton Inggris Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 via TVRI dan Live Streaming
      • Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi
      • Pria Tewas Tertembak di Hotel Mewah Jaksel Diduga Bunuh Diri
      • Revitalisasi Keraton Solo Dikebut, 300 Pekerja Dilibatkan
      • KPK Buka Penyidikan Baru Terkait Kasus Bupati Rejang Lebong
      • Polisi Tangkap 3 Penadah Saat Buru Pencuri Motor di Karawang
      • Polisi Bongkar Illegal Logging di Pelalawan, 10 Kubik Kayu Disita
      • Lalin Macet Imbas JPO Tendean Dibongkar, TransJ Koridor 13 Terlambat
      • Trump Sudah Tak Peduli Kesepakatan Damai dengan Iran
      • Copyright © 2026 Powered by Meriah! BEC 2026 Padukan Nilai Historis, Budaya hingga Fashion Global,Vista Notebook   sitemap