Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >AS-Iran Saling Serang, Trump Berlakukan Blokade Laut

    AS-Iran Saling Serang, Trump Berlakukan Blokade Laut

    Waktu: 2026-07-29 17:21:14 Sumber: Vista Notebook Penulis: Teknologi

    Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara untuk malam ketiga berturut-turut ke sejumlah target militer Iran, sementara Presiden Donald Trump mengumumkan pemberlakuan kembali blokade laut terhadap Iran. Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker, pangkalan militer, dan infrastruktur strategis.

    Washington menyatakan operasi militer itu bertujuan untuk melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz. Di sisi lain, Teheran memperluas serangan balasan terhadap sejumlah sekutu AS di Timur Tengah, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang semakin meluas.

    Komando Pusat Militer AS menyebut serangan terbaru yang dilakukan pada Selasa berlangsung sekitar lima jam dan menyasar sistem pertahanan pantai, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta kemampuan maritim Iran di Bushehr, Chabahar, Jask, Konarak, Abu Musa, dan Bandar Abbas.

    CENTCOM menyatakan operasi tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Militer AS juga menegaskan bahwa lebih dari 50.000 personel masih disiagakan di Timur Tengah.

    Presiden Donald Trump mengatakan bahwa serangan terhadap Iran akan terus berlanjut. Dalam wawancara dengan pembawa acara radio Hugh Hewitt pada Senin , Trump memperingatkan bahwa Iran akan "terpukul keras" pada Senin dan Selasa.

    Trump juga mengungkapkan fasilitas bawah tanah Iran, Pickaxe Mountain, yang berada di dekat kompleks nuklir Natanz, tengah dipantau ketat dan berpotensi menjadi sasaran serangan berikutnya.

    Sebelumnya, CENTCOM mengumumkan bahwa mulai Selasa blokade laut terhadap Iran diberlakukan kembali. Kebijakan tersebut berlaku bagi kapal yang menuju maupun meninggalkan pelabuhan Iran. Trump juga menyatakan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz akan dikenai pungutan sebesar 20 persen untuk menutup biaya pengamanan jalur pelayaran.

    Namun, perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd mengkritik rencana tersebut. Perusahaan menilai pengenaan biaya di perairan internasional merupakan langkah yang "secara fundamental keliru."

    Di tengah operasi militer AS, Korps Garda Revolusi Iran mengklaim telah melumpuhkan dua supertanker di Selat Hormuz karena dianggap mengabaikan peringatan dan melintasi jalur yang disebut telah dipasangi ranjau.

    Menurut Uni Emirat Arab , kedua kapal tanker, Mombasa dan Al Bahiyah, diserang oleh rudal jelajah Iran saat berlayar di perairan Oman. Serangan tersebut menewaskan seorang awak kapal asal India dan melukai delapan orang lainnya. Kedua kapal kemudian terbakar sebelum api berhasil dipadamkan.

    India memanggil wakil Duta Besar Iran menyusul tewasnya warga negaranya dalam insiden tersebut.

    IRGC juga mengklaim meluncurkan rudal dan drone ke Bahrain dengan sasaran gudang persenjataan, pusat komunikasi satelit, serta kompleks tempat tinggal personel militer AS. Bahrain, yang menjadi markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, menyatakan berhasil mencegat sejumlah serangan udara Iran dan menuduh Teheran menyerang kawasan sipil.

    Sementara itu, Yordania mengaku berhasil mencegat 4 rudal yang ditembakkan Iran ke arah pangkalan militer AS di wilayahnya. Iran juga menyerukan kepada masyarakat Yordania untuk membongkar pangkalan-pangkalan militer Amerika di negara tersebut.

    Di saat yang sama, kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengaku meluncurkan rudal dan drone ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi sebagai balasan atas serangan udara terhadap Bandara Sanaa.

    Meningkatnya konfrontasi antara Washington dan Teheran langsung memicu gejolak di pasar energi global. Harga minyak Brent naik lebih dari 2 persen hingga mendekati 85 dolar AS per barel, sedangkan minyak mentah mendekati 80 dolar AS per barel.

    Pasar bereaksi terhadap meningkatnya risiko gangguan pasokan energi melalui Selat Hormuz, jalur yang menjadi salah satu titik transit minyak terpenting di dunia.

    Meski demikian, para analis mencatat bahwa Selat Hormuz masih tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Namun, meningkatnya aksi militer, serangan terhadap kapal tanker, serta kebijakan blokade AS dinilai menambah ketidakpastian terhadap keamanan perdagangan global dan stabilitas pasokan energi.

    Di dalam Iran sendiri, situasi yang terus berubah antara operasi militer dan upaya diplomasi disebut memicu ketidakpastian yang berkepanjangan bagi masyarakat. Warga menghadapi tekanan ekonomi, kekhawatiran akan kekerasan baru, serta ketidakjelasan mengenai arah konflik yang terus berkembang.

    Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris Diadaptasi oleh Rahka Susanto Editor: Rizki Nugraha

    Simak juga Video 'AS Blokade Selat Hormuz, Iran Akan Lawan!':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Saat Perancis Ikhlas Tak Ikhlas Jalani Laga Perebutan Peringkat 3 Piala Dunia 2026
    • Selanjutnya: Kembali Menguatnya Usulan Pelibatan Kantin Sekolah dalam Program MBG

      Artikel Terkait

      • Dilema Kemanusiaan di Tulungagung, Kisah Ibu 2 Balita Jadi Tersangka Pencurian Emas, Tak Ditahan demi ASI
      • Lubang Misterius di Google Maps Ternyata Kawah Meteorit Purba Berusia 390 Juta Tahun
      • Jadi Tersangka 3 Kasus Korupsi, Febrie Adriansyah Belum Ditahan
      • 1 Korban Tewas Ditemukan di Reruntuhan Ledakan Rumah Grand Polonia Medan
      • Kasus Korupsi Irak: Emas 375 Kg Disita, Uang Miliaran di Saluran Air
      • Jelang Final Piala Dunia, FIFA Dituding Membiarkan Kecurangan
      • Komisi IX DPR Minta BGN Beri Kepastian soal Moratorium Dapur Baru MBG
      • Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS di Banyumas, Siswa Sungkem dan Basuh Kaki Orangtua
      • Eks Kabareskrim Sebut Ada Pertaruhan Marwah Kejagung dalam Pengusutan Febrie Adriansyah
      • Tinggal Sendiri dan Tak Punya Keluarga Bisa Buat KK Mandiri, Ini Caranya

        Lihat Sekilas

      • Konser Akbar Monas Berpotensi Picu Macet, Simak Jalur Alternatifnya
      • Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS di Banyumas, Siswa Sungkem dan Basuh Kaki Orangtua
      • Salut! Siswa SD di Boyolali Temukan Celah Keamanan di Situs NASA
      • Gelombang Panas Picu Kebakaran Hutan di Prancis, Rute Kereta Cepat Terganggu
      • Pembebasan Lahan Bendungan Bagong di Trenggalek Capai 97,75 Persen, Sisa 41 Bidang
      • Tips Pakai Hijab dan Baju Bermotif, Tetap Stylish dan Tidak Berlebihan
      • Liga Aspal Menteng, Anak-anak Dilatih Kekompakan Hingga Fair Dalam Bertanding
      • 3 Zodiak yang Diprediksi Paling Beruntung pada 20-26 Juli 2026, Ada Leo
      • Sumur Mengering, Warga Blitar Terpaksa Beli Air untuk Kebutuhan Dasar
      • Faiq Pedagang Kambing Viral Mirip Yesus di Kota Batu Banjir Tawaran Endorse
      • Copyright © 2026 Powered by AS-Iran Saling Serang, Trump Berlakukan Blokade Laut,Vista Notebook   sitemap