Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat

    Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat

    Waktu: 2026-09-12 19:00:46 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Kementerian Sosial meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksaan Keuangan atas kinerja pengelolaan keuangan negara dalam laporan keuangannya.

    Capaian ini disampaikan langsung oleh Anggota III BPK RI, Akhsanul Khaq kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga dan Pinjaman Hibah Luar Negeri Tahun 2025.

    Dalam kesempatan ini, Gus Ipul mengapresiasi BPK khususnya Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara III, yang telah memberikan motivasi, sehingga Kemensos dapat menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang ada.

    "Maka itu saya terus terang merasakan bagaimana kerja super ini bisa membimbing, kemudian memberikan arah, dan akhirnya kita semua tahu, kinerja kita semua di bidang III ini, umumnya bertahap terus meningkat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis .

    Hal ini ia sampaikan dalam sambutannya di Badiklat PKN BPK RI, Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini.

    Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan bahwa capaian ini adalah dalam rangka menjaga kepercayaan dan supaya seluruh kinerja yang dilakukan oleh masing-masing kementerian/lembaga bisa berdampak nyata bagi masyarakat.

    "Karena uang yang kita pergunakan pada dasarnya adalah uang rakyat, pada dasarnya adalah uang rakyat. Dan setiap uang rakyat itu harus kita pertanggungjawabkan," ujarnya.

    Gus Ipul menjelaskan meskipun Kemensos memperoleh opini WTP, namun banyak catatan yang perlu ditindaklanjuti. Salah satunya seperti bansos yang tidak tepat sasaran, dikarenakan data yang belum akurat.

    "Itu yang disadari dengan sungguh-sungguh oleh Presiden Prabowo dengan menerbitkan Inpres nomor 4 tahun 2025. Dimana sekarang yang diminta mengelola data adalah BPS tunggal, sementara kementerian, lembaga, badan yang lain termasuk pemerintah daerah hanya diminta untuk membantu pemutakhiran," jelasnya.

    Gus Ipul menegaskan proses pemutakhiran data sangat krusial karena data bersifat dinamis. Dia juga mengajak seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk menjadikan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai pedoman dalam melaksanakan program.

    Menutup sambutannya, Gus Ipul menyampaikan beberapa catatan dan ajakan kepada para menteri dan pimpinan lembaga yang hadir. Pertama, Gus Ipul mengajak untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK secara terukur dan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

    Kemudian, memperkuat Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di masing-masing Kementerian/Lembaga sebagai benteng pertama pencegahan penyimpangan. Selanjutnya, mempercepat digitalisasi sistem pelaporan keuangan, agar akuntabilitas tidak lagi bergantung pada ketelitian orang per orang, tetapi pada sistem yang tertata.

    "Mengurangi pertemuan orang dan orang itu penting. Selama orang dan orang ketemu, maka subjektifitas akan muncul," kata Gus Ipul.

    Pesan terakhir adalah menjadikan hasil pemeriksaan BPK sebagai bahan evaluasi kebijakan, bukan sekedar arsip pelaporan.

    "Karena ini pada dasarnya bukan sekedar administrasi Bapak/Ibu sekalian, ini adalah potret, ini adalah cermin kita semua," imbuhnya.

    Anggota III BPK RI Akhsanul Khaq menyampaikan bahwa pemeriksaan laporan keuangan ini berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara . Didalamnya terdapat empat pertimbangan opini, yakni kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntasi pemerintahan, kecukupan pengungkapan, efektivitas pengendalian internal, dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan-undangan.

    "Berdasarkan pertimbangan tadi, dari nomor 1 sampai 4, kami menyimpulkan bahwa 29 Kementerian/Lembaga dan 6 laporan PHLN memperoleh opini wajar tanpa pengecualian, sehingga kami mengapresiasi, ini adalah kerja keras Bapak/Ibu," kata Akhsanul.

    Sebagai informasi, turut hadir Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Muktharudin, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.

    Kemudian Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Wihaji, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, Para Kepala Lembaga/Badan, serta pejabat terkait lainnya.

    • Sebelumnya: Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
    • Selanjutnya: 1 Korban Tewas Ditemukan di Reruntuhan Ledakan Rumah Grand Polonia Medan

      Artikel Terkait

      • Mitsubishi XForce Hybrid Masuk Grup Neraka, Bagaimana Peluangnya?
      • Yusril Tak Berharap KPK Ambil Alih Kasus Febrie, Minta Kejagung Profesional
      • Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
      • Kejagung Tegaskan Status Febrie Adriansyah Tersangka
      • Bukan Flare, Penyebab Kebakaran TPA Benowo Surabaya Masih Diselidiki
      • Lalin Macet Imbas JPO Tendean Dibongkar, TransJ Koridor 13 Terlambat
      • Cerita Waka BGN Dibercandain Prabowo soal Rambut Putih: Pulang, Langsung Cat
      • Prabowo Segera Rilis Motor Listrik Nasional, Intip Calon Mereknya
      • Tak Ada Marapthon Season 4, Reza Arap Siap Tayangkan Piala AFF
      • Kejagung Bentuk Penyidik Khusus Tangani Febrie Adriansyah, Jamin Independen

        Lihat Sekilas

      • DLHK Banten Ungkap Biang Kerok Bikin Air di Sungai Ciujung Menghitam
      • Akses Masuk Tol Cikarang Barat Diperbaiki, Pengendara Diminta Waspada
      • Viral Kepala SPPG di Lampung Pamer Tumpukan Uang, KPPG Minta Klarifikasi
      • Reza Arap Ungkap Alasan Aloy Tak Pernah Ikut Promo Harusnya Horror
      • Respons Cepat Dokkes Polres Jakpus Selamatkan Wanita yang Alami Pendarahan
      • Bekas Lahan Sampah di Sukmajaya Depok Kebakaran, 2 Orang Berhasil Dievakuasi
      • BGN Investigasi ke Jember soal Siswa dan Wali Murid Diare Usai Santap MBG
      • Setahun Eksploitasi Bug PayPal untuk "Curi" Laptop, Pelaku Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
      • Kenapa Pintu Masuk Museum Bahari Jakarta Terlihat Pendek?
      • Tegang! Pesawat AS Tembaki Kapal Tanker yang Coba Terobos Blokade
      • Copyright © 2026 Powered by Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat,Vista Notebook   sitemap