Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi

    Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi

    Waktu: 2026-07-29 18:05:20 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan kebijakan efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2025 tidak menghambat kinerja Kemendagri. Hal itu tercermin dari realisasi anggaran Kemendagri yang mencapai Rp 3,76 triliun atau 99,46 persen dari pagu efektif sebesar Rp 3,79 triliun.

    Hal tersebut diungkapkan olehnya saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi II DPR RI tentang Pembahasan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat APBN Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Komisi II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini.

    "Dan ini, 99,46 persen ini termasuk salah satu yang tertinggi di antara kementerian/lembaga," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Kamis .

    Tito menjelaskan, semula pagu awal anggaran Kemendagri tahun 2025 sebesar Rp 4,79 triliun. Namun, sejalan dengan kebijakan efisiensi belanja pemerintah, pagu tersebut menjadi Rp 2,61 triliun. Kemudian, melalui relaksasi anggaran dari Kementerian Keuangan , pagu efektif Kemendagri meningkat menjadi Rp 3,79 triliun untuk mendukung berbagai kebutuhan strategis.

    Secara rinci, dia menjelaskan bahwa tambahan anggaran tersebut dimanfaatkan untuk mendukung program Kemendagri. Di antaranya penguatan infrastruktur teknologi informasi Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil , mendukung belanja wajib dan kegiatan prioritas, serta penguatan layanan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia .

    Tak hanya itu, anggaran juga dimanfaatkan untuk penyelenggaraan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri , serta pelaksanaan berbagai prioritas pemerintah di daerah.

    Di sisi penerimaan negara, Kemendagri juga mencatatkan kinerja positif. Hingga akhir 2025, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak mencapai Rp 1,22 triliun atau 225,30 persen dari target sebesar Rp 545,62 miliar. Capaian tersebut terutama ditopang oleh layanan akses pemanfaatan data dan dokumen kependudukan yang dikelola Ditjen Dukcapil.

    "Kemudian kami sampaikan mengenai prestasi atas realisasi program anggaran Kemendagri tahun 2025. Capaian opini BPK atas penyajian laporan keuangan Kemendagri, opini adalah wajar tanpa pengecualian, dan opini merupakan WTP yang ke-12 kali berturut-turut dari tahun 2014," jelasnya.

    Selain mempertahankan opini WTP, Kemendagri juga membukukan sejumlah capaian kinerja yang menggembirakan di antaranya nilai kinerja anggaran sebesar 94,69 dengan kategori sangat baik, nilai evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan sebesar 78,99 dengan predikat sangat baik , serta indeks reformasi birokrasi sebesar 91,01 dengan kategori A.

    Tak hanya itu, dari sisi penilaian Indeks Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2025 Kemendagri memperoleh predikat sangat baik.

    "Kami mengucapkan terima kasih banyak karena semua yang kami capai ini tidak lain dari pengawasan dan rapat kerja yang sering dilaksanakan, termasuk juga ke lapangan oleh para pimpinan dan Komisi II DPR RI. Kita bergerak di semua daerah, termasuk pos pos lintas batas, sehingga kami melakukan introspeksi dan perbaikan-perbaikan dan Alhamdulillah dinilai dari semua lembaga tadi cukup baik bahkan sangat baik," tuturnya.

    Turut hadir pada rapat tersebut, yakni jajaran Pimpinan Komisi II DPR RI, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Heddy Lugito, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara Basuki Hadimuljono, serta jajaran pejabat di lingkungan Kemendagri dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan .

    • Sebelumnya: Bug yang Ditemukan Bocah SD Boyolali di Sistem NASA Bisa Jadi Celah Penipuan, Begini Penjelasannya
    • Selanjutnya: Prabowo Tegaskan Tidak Tebang Pilih dalam Berantas Korupsi, Ibaratkan Seperti Kanker

      Artikel Terkait

      • Belajar Coding Otodidak, Bocah SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA
      • Lolos ke 8 Besar Japan Open 2026, Fajar/Fikri Siapkan Strategi Hadapi Wakil Inggris
      • Link Live Streaming China Open 2026 Hari Ini: Putri KW Main Pertama
      • Edarkan Tramadol Berkedok Warung Kelontong, Pria di Kalideres Jakbar Diciduk Polisi
      • IESR: Kepastian Kebijakan Jadi Penentu Investasi Energi Surya
      • Soal Kopdes Kelola Tambang, Bahlil: Harus Memenuhi Syarat
      • DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Mampu Maksimalkan Potensi Daerah Kepulauan
      • KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
      • MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Tetap Melayani meski Tak Selalu Dilihat
      • Depok Siapkan RDF Plant di TPA Cipayung, Olah 1.000 Ton Sampah Sehari

        Lihat Sekilas

      • Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara
      • Adukan Anggota Pansus Hak Angket DPRD, Masyarakat Gowa Diperiksa Bareskrim
      • Zelensky Copot Menhan Ukraina, Warga dan Militer Ngamuk
      • Edarkan Tramadol Berkedok Warung Kelontong, Pria di Kalideres Jakbar Diciduk Polisi
      • Hensat Puji Keberpihakan Prabowo Berantas Korupsi di Kasus Febrie Adriansyah
      • Tidak Cocok dengan Micky van de Ven, Barcelona Fokus Cari Penyerang Baru
      • Dedi Mulyadi Ingatkan Bahaya Anak Terlalu Lama Bermain Gawai
      • Dinas LH Banten Minta Pengelola TPA Rutin Siram Sampah Cegah Kebakaran
      • Bukan dengan Karangan Bunga, Hari Jadi Purwakarta Dirayakan dengan Hadiah Bibit Pohon
      • Iran Kecam Serangan AS Dekat RS Kanker Anak: Barbar!
      • Copyright © 2026 Powered by Mendagri Sebut Kinerja Kemendagri Tetap Optimal di Tengah Efisiensi,Vista Notebook   sitemap