Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker

    Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker

    Waktu: 2026-09-12 19:01:45 Sumber: Vista Notebook Penulis: Otomotif

    "Anda ingin seluruh keluarga menjadi sebuah komunitas yang saling mendukung. Sebenarnya, alasan nomor satu mengapa orang bisa hidup lebih lama adalah karena mereka memiliki komunitas yang suportif," ujar Dr. See dalam Exclusive Media Roundtable & Interview di Jakarta pada Kamis (16/07).

    Komunitas yang suportif berarti memiliki orang-orang yang selalu hadir ketika seseorang menghadapi tekanan hidup. Dukungan tersebut bisa datang dari mana saja, baik itu pasangan, anak, sahabat, maupun keluarga besar yang memberikan rasa aman dan diterima.

    Stres kronis dapat menjadi beban yang berat

    Dalam praktiknya sebagai dokter onkologi, Dr. See sering mendampingi pasien selama bertahun-tahun, hingga mengenal perjalanan hidup mereka di luar penyakit kanker.

    Ia menyaksikan pasien menghadapi perceraian, kehilangan pekerjaan, konflik keluarga, hingga persoalan kesehatan mental yang berlangsung dalam waktu lama. Menurutnya tekanan seperti itu lah yang lebih sering menjadi perhatian dibanding diagnosis kanker itu sendiri.

    "Saya melihat begitu banyak tekanan hidup dan tekanan dalam keluarga (pada pasien). Bukan terlalu banyak masalah keuangan, tetapi lebih banyak masalah keluarga dan kesehatan mental," tutur Dr. See

    Keluarga perlu menjadi tempat yang aman

    Dr. See kemudian menceritakan salah satu pasien yang telah didampinginya selama 11 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, pasien hidup di tengah tekanan akibat suami yang berselingkuh dan anak yang mengalami gangguan kesehatan mental.

    Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bagaimana stres kronis dapat terus menguras kondisi fisik maupun emosional seseorang. Oleh karena itu, keluarga seharusnya menjadi tempat untuk saling menguatkan, bukan justru menambah tekanan.

    Ia menilai banyak orang dari Generasi X dan sebagian milenial tumbuh dengan kebiasaan mengutamakan kebutuhan semua orang di sekitarnya, tetapi melupakan dirinya sendiri.

    Dukungan sederhana, seperti memberi ruang bagi orangtua untuk beristirahat atau memastikan mereka tidak memikul semua beban sendirian, dapat membantu pasien terus bertahan.

    Menemani juga merupakan bentuk perawatan

    Bagi Dr. See, perasaan didengar dan ditemani selama menjalani pengobatan juga dibutuhkan oleh pasien kanker, bukan terapi medis saja.

    Ia memaparkan, sebagian besar pasien justru tidak mengingat detail obat yang diberikan selama masa pengobatan. Namun, yang mereka ingat adalah bagaimana mereka diperlakukan selama proses tersebut.

    "Sebagai dokter, saya melihat bahwa mereka tidak selalu ingat nama obat atau jenis terapi. Yang mereka ingat adalah apakah mereka merasa didengar, apakah mereka merasa ditemani, apakah mereka merasa diperlakukan sebagai manusia, bukan sekadar diagnosis," tulis Dr. See dalam refleksi pribadinya.

    Dalam perjalanan melawan kanker, dukungan keluarga dan komunitas menjadi bagian penting yang membantu pasien untuk tetap merasa memiliki harapan dan kualitas hidup yang baik.

    • Sebelumnya: Efek Domino Kenaikan Harga Obat bagi Pengeluaran Keluarga
    • Selanjutnya: Pemerintah Akan Salurkan Bansos Lewat Kopdes Merah Putih

      Artikel Terkait

      • Jelang Perancis Vs Inggris, The Three Lions di Ambang Sejarah Baru
      • Sebelum Tabrak Truk di Tol Malang-Pandaan, Pengemudi CR-V Sempat Diklakson Rombongan
      • Pembenahan "Setengah Hati" Managemen MBG
      • Promo Weekend Indomaret Hari Ini 18 Juli 2026, Popok Balita Diskon 45 Persen
      • Cerita Waka BGN Dibercandain Prabowo soal Rambut Putih: Pulang, Langsung Cat
      • Terduga Pembunuh ASN Bangkalan Belum Tertangkap, Diduga Dibantu Bersembunyi
      • TNI-Polri Bakal Dilibatkan Awasi Pajak di Desa, Pemprov Jateng: Pajak Kewajiban Warga Negara
      • Pengiriman CPO dengan Kereta Api Naik 17,83 Persen pada Semester I
      • Mengapa Kita Sulit Berhenti Membaca Berita Buruk? Ini Penjelasan Psikoterapis
      • WN Singapura yang Bunuh Pacar di Bali Overstay Setahun, Polisi Telusuri Rekam Jejak

        Lihat Sekilas

      • Kemenbud Kerja Sama dengan Danantara Perkuat Ekosistem Pemajuan Kebudayaan
      • Bias Nasionalisme Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol
      • 2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru
      • "Jangan Pernah Mendaki Hanya demi Konten" Ini Tips Aman Naik Gunung agar Pulang Selamat
      • Melawan Kekeringan NTT, Pemerintah Bangun Irigasi Air Tanah Berbasis Panel Surya
      • Nama Bayi Muhammad MBG Subianto Jadi Evaluasi Disdukcapil Wonosobo, Akta Masih Bisa Diurus 60 Hari
      • Ini Jadwal Pengiriman Motor Listrik VinFast di Indonesia
      • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
      • Jeda Paruh Musim, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Cari Motivasi di Bali
      • Menu Andalan Pemain Spanyol Lamine Yamal Sebelum Bertanding, Nasi Saus Kacang
      • Copyright © 2026 Powered by Dukungan Keluarga Jadi Kekuatan Terbesar bagi Pejuang Kanker,Vista Notebook   sitemap