Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Bisnis >Delapan Pelabuhan Ikut Asesmen Green and Smart, Dorong Efisiensi Logistik Nasional

    Delapan Pelabuhan Ikut Asesmen Green and Smart, Dorong Efisiensi Logistik Nasional

    Waktu: 2026-07-29 18:06:17 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    JAKARTA, KOMPAS.com – Minat operator pelabuhan untuk menerapkan konsep Green and Smart Port (GSP) terus meningkat.

    Hal itu tercermin dari partisipasi delapan pelabuhan dalam Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, sebuah program asesmen yang dirancang untuk mendorong transformasi pelabuhan agar lebih efisien, terdigitalisasi, aman, dan berkelanjutan guna memperkuat sistem logistik nasional.

    Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan pelabuhan hijau dan cerdas menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan efisiensi distribusi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

    "Pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan meningkatkan efisiensi logistik, membuat biaya distribusi lebih kompetitif, sekaligus menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Zulhas dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

    “Ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional," lanjutnya.

    Program GSPI ASRI 2026 diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group yang terdiri atas PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan PT Surveyor Indonesia.

    Program tersebut mengintegrasikan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai standar pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan.

    Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey mendapat mandat untuk menyusun kerangka asesmen sekaligus melakukan penilaian berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

    Chief Executive Officer IDSurvey Arisudono Soerono menilai meningkatnya jumlah pelabuhan yang mengikuti asesmen menunjukkan tumbuhnya kesadaran industri terhadap pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional pelabuhan.

    "Kepercayaan dari Kemenko Pangan menjadi kehormatan bagi IDSurvey,” kata Arisudono.

    “Kami berharap hasil asesmen ini mendorong semakin banyak pelabuhan di Indonesia menerapkan standar pelabuhan hijau bertaraf internasional sehingga mampu mendukung efisiensi logistik nasional," lanjut Arisudono.

    Sementara itu, Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan pihaknya akan terus mendukung implementasi Green and Smart Port melalui layanan testing, inspection, dan certification (TIC).

    "SUCOFINDO bersama IDSurvey akan terus mendampingi penguatan standar, pelaksanaan asesmen, dan peningkatan kapasitas pelabuhan agar transformasi menuju pelabuhan hijau dan cerdas berjalan secara konsisten serta mampu meningkatkan daya saing nasional," ujar Sandry.

    Dalam pelaksanaan GSPI ASRI 2026, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik meraih nilai asesmen tertinggi secara nasional. Posisi berikutnya ditempati PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera.

    Penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung atas komitmen mereka dalam menerapkan prinsip pelabuhan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis teknologi.

    Usai penyerahan hasil asesmen, Zulhas bersama sejumlah menteri turut menyalurkan bantuan pangan kepada pengemudi ojek daring, nelayan, dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Petrokimia Gresik dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-54 perusahaan.

    • Sebelumnya: Studi Fosil Terbaru Bantah Teori Lama soal Evolusi Manusia
    • Selanjutnya: Yusril Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Percepat Proses Hukum, Minta Publik Awasi

      Artikel Terkait

      • KPK Amankan Total 19 Orang dalam OTT Bupati Lombok Barat
      • IHSG Ditutup Melonjak 1,10 Persen, Investor Asing Serok Rp 725 Miliar
      • Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut
      • Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia
      • Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur
      • Rekap Hasil Final Japan Open 2026: Indonesia 1 Gelar, Tuan Rumah "Zonk"
      • Warga Protes SPMB di Lampung Timur, Kadisdik: Rumah Dekat Sekolah Belum Tentu Diterima
      • Bukan Sekadar Pesta, Gawai Dayak Jadi Wujud Syukur atas Hasil Panen dan Berkah Hidup
      • Marak Truk Tabrak Jembatan di Jakarta, Berapa Batas Tinggi Maksimal?
      • Di Balik 'Propaganda Pembalasan' Rezim Iran

        Lihat Sekilas

      • Bukayo Saka Jawab Keraguan Thomas Tuchel Usai Hattrick ke Gawang Perancis
      • Satgas PRR Kawal Pembangunan Jembatan Permanen di Simalungun
      • Jeda Paruh Musim, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Cari Motivasi di Bali
      • 2 WNI Disandera di Myanmar, Komisi I DPR Minta Optimalkan Jalur Diplomasi
      • Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
      • Cara Menikmati Keindahan Waduk Sermo di Kulon Progo, Bisa Jogging dan Lari
      • Iran Lanjutkan Pembicaraan dengan Mediator untuk Cegah Eskalasi
      • PAM JAYA Salurkan Bantuan Toren Gratis, Warga: Sangat Berguna Sekali
      • Kesaksian Sopir Truk Korban Tabrakan Beruntun di Tol JORR Arah Tanjung Priok
      • Bayi Baru Lahir Dibuang di Lahan Kosong Bekasi, Polisi Buru Pelaku
      • Copyright © 2026 Powered by Delapan Pelabuhan Ikut Asesmen Green and Smart, Dorong Efisiensi Logistik Nasional,Vista Notebook   sitemap