Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Otomotif >Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros

    Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros

    Waktu: 2026-07-29 18:06:15 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Memodifikasi sektor transmisi otomatis atau CVT (Continuously Variable Transmission) menjadi tren yang sangat digemari pengguna skuter matik (skutik).

    Banyak yang rela mengotak-atik komponen ini demi mendapatkan akselerasi yang lebih responsif dan bertenaga.

    Namun, alih-alih mendapatkan performa idaman, salah kaprah dalam memodifikasi CVT justru sering kali menjadi bumerang yang membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sepeda motor melonjak drastis.

    Ilustrasi modifikasi CVT.Paguyuban Honda Banten Ilustrasi modifikasi CVT.

    Jebakan Modifikasi "Kartel" Mangkok Ganda

    Dustin, pemilik bengkel modifikasi Garage +62, menjelaskan bahwa penyakit utama skutik yang boros bensin sering kali berakar dari masalah selip pada sistem transmisi. Ironisnya, kondisi ini justru kerap lahir dari tangan pemilik motor yang salah melakukan modifikasi.

    Salah satu praktik yang paling sering ditemui adalah melakukan metode "kartel", yaitu sengaja mengasarkan permukaan dalam mangkok ganda.

    "Kebanyakan dimodifikasi dengan cara dikartel (dikasarin bagian permukaan mangkok), lalu kampas diganti yang lebih keras agar tidak mudah habis karena efek mangkok dikartel," ujar Dustin kepada Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

    Secara logika awam, mengubah permukaan menjadi kasar dianggap bisa menambah daya cengkeram  kampas. Namun, Dustin menegaskan bahwa secara teknis anggapan tersebut salah total.

    "Kenyataannya salah. Malah disaat CVT panas, kampas akan licin dan selip. Jadinya motor digas dalam-dalam tapi tarikan berat, jadinya boros BBM," kata Dustin.

    Ketika kampas dan mangkok ganda slip, tenaga dari mesin tidak tersalurkan dengan sempurna ke roda belakang. Pengendara pun terpaksa memuntir selongsong gas lebih dalam agar motor mau melaju, yang otomatis membuat bensin terbuang sia-sia.

    Alihkan Dana Modifikasi untuk Perawatan Wajib

    Berkaca dari risiko tersebut, Dustin menyarankan para pemilik skutik untuk menahan diri dari modifikasi sektor kirian yang berlebihan. Menurutnya, mempertahankan kondisi standar pabrikan jauh lebih menguntungkan untuk penggunaan harian.

    "Daripada modifikasi di bagian CVT, mending dananya dialihkan untuk maintenance yang wajib. Misalnya ganti oli di tiap 2.000 kilometer. Pakai oli yang berkualitas baik, hindari merek-merek baru yang enggak jelas track record dan durabilitasnya," kata Dustin.

    Ia menambahkan, konstruksi CVT bawaan pabrik sebenarnya sudah dirancang paling optimal untuk kebutuhan berkendara normal. Jika pemilik motor tetap bersikeras ingin melakukan ubahan ringan, batasan amannya sangat ringkas.

    "CVT akan lebih baik bila standar, kerjanya akan optimal dan pas. Kalaupun mau melakukan modifikasi ringan, cukup atur berat roller dan kekerasan per CVT saja. Sisanya standar sudah cukup. Lebih baik servis rutin CVT-nya biar kinerjanya tetap baik," kata Dustin.

    • Sebelumnya: Sekolah Polwan Buka Pendidikan Angkatan 59, Diikuti 709 Siswa
    • Selanjutnya: Sudewo Bantah Terima Rp 450 Juta, Jaksa KPK Fokus Buktikan Peran Nur Widayat

      Artikel Terkait

      • Dari Pesantren untuk Kemandirian Ekonomi, Kiprah Thohir Yasin Bangun Ekosistem Bisnis Syariah di Lombok
      • Risiko Makan Telur Setengah Matang, Awas Ada Diare!
      • [POPULER GLOBAL] Pentagon Cemas Perang Iran Meluas | Spanyol Juara Piala Dunia
      • Tak Dikasih Rp 300.000, Anggota Satpol PP Ambil Iuran Ngaji Siswa Pecahan Rp 2.000 di Jakut
      • Pemuda Asal Subang Tenggelam di Waduk Jatiluhur Purwakarta, Hilang Saat Menyeberang ke Keramba
      • SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
      • Prabowo Sebut Menterinya Banyak yang Masuk RS karena Kerja Keras
      • Curhat Lautaro Martinez Usai Argentina Kalah di Final Piala Dunia 2026
      • Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion
      • Warga Terusik gegara Content Creator Promosi Miras di Ruang Publik

        Lihat Sekilas

      • Jalan Rusak, Ratusan Petani Bengkulu Tengah Urunan Selama 10 Bulan, Bupati Pinjamkan Alat Berat
      • Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah
      • Presiden Prabowo Sebut Perlindungan Sosial Indonesia Kian Kuat
      • Penjualan Mobil Jetour Semester I/2026 Tembus 1.500 Unit
      • Cara Membuat Akun SIAPKerja Kemnaker untuk Pendaftaran Program Magang Nasional 2026
      • Koruptor Berprestasi
      • Didukung Korsel, Charging Station BRT di Bandung Mulai Dibangun
      • Satgas PRR Matangkan Persiapan Pembangunan Huntap di Aceh Timur
      • Sungai Kampar di Riau Tercemar Tambang Emas Ilegal di Sumbar, Walhi: Aparat Harus Cepat Bertindak
      • Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya
      • Copyright © 2026 Powered by Salah Kaprah Modifikasi CVT Skutik, Malah Bikin BBM Boros,Vista Notebook   sitemap