Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Olahraga >Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

    Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan

    Waktu: 2026-07-29 17:55:12 Sumber: Vista Notebook Penulis: Pendidikan

    Upaya pencarian terhadap Femas Yani Arianto (22), seorang pemuda asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang kabur saat mengikuti program wisata (open trip) di Korea Selatan, terus bergulir.

    Pihak agensi perjalanan yang memberangkatkannya kini menempuh cara tidak biasa demi mendapatkan informasi keberadaan pemuda tersebut.

    Agen perjalanan Berani Backpacker secara resmi menggelar sebuah sayembara berhadiah menarik bagi masyarakat luas. Pihak travel agent menyiapkan hadiah berupa paket liburan  bagi siapa saja yang mampu memberikan informasi valid terkait keberadaan Femas di Korea Selatan.

    Pemilik agensi travel Berani Backpacker, Dhani, mengonfirmasi langsung bahwa sayembara cari orang hilang ini benar-benar valid dan sedang berjalan sebagai bagian dari langkah alternatif pelacakan peserta tur mereka.

    "Benar sayembara dan masih berlaku bagi siapa saja yang menemukan Femas," kata Dhani saat dihubungi Kompas.com, Minggu (19/7/2026) malam.

    Hadiah Liburan Gratis atau Uang Tunai

    Demi menarik atensi publik dan mempercepat proses pencarian, pihak agensi tidak main-main dalam menyiapkan apresiasi. Dhani mengungkapkan bahwa hadiah yang disiapkan adalah paket wisata internasional untuk satu keluarga.

    "Hadiah yang disiapkan berupa paket liburan untuk satu keluarga," tutur Dhani.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadiah liburan gratis tersebut berlaku untuk kapasitas maksimal empat anggota keluarga. Jika pemenang sayembara memiliki jumlah anggota keluarga yang lebih banyak, maka kuota yang diberangkatkan tetap dibatasi maksimal empat orang.

    Selain opsi perjalanan wisata ke Singapura dan Malaysia, pihak Berani Backpacker juga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang berhasil menemukan Femas. Apabila pemenang tidak mengambil paket wisata, hadiah sayembara tersebut dapat ditukarkan dalam bentuk lain.

    "Bisa juga diganti dengan uang tunai," tambah Dhani.

    Kronologi Kaburnya Peserta Tur Asal Madiun

    Kasus hilangnya pemuda asal Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ini mendadak viral di berbagai platform media sosial. Sebelumnya, netizen ramai memperbincangkan kasus ini lewat akun Threads @sarjanabackpacker yang terafiliasi dengan agensi perjalanan tersebut.

    Dhani membeberkan bahwa Femas yang tergabung dalam rombongan wisata berisi 27 orang tersebut, sengaja memisahkan diri sejak hari pertama mendarat di Negeri Gingseng. Pemuda 22 tahun itu menghilang saat rombongan berada di kawasan Myeongdong, Seoul.

    "Pada hari pertama perjalanan, sekitar malam hari, peserta atas nama Femas memisahkan diri dari rombongan tanpa pemberitahuan kepada Tour Leader maupun Tour Guide," ujar Dhani kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

    Hingga batas waktu berkumpul yang disepakati, Femas tak kunjung kembali ke hadapan rombongan dan memutus semua saluran komunikasi normal. Pihak Tour Leader di lapangan langsung berupaya melakukan panggilan telepon dan mengirim pesan teks secara intensif agar Femas kembali, namun tidak mendapatkan respons positif.

    Sudah Dinyatakan "Overstay" dan Dilaporkan ke Imigrasi

    Lantaran iktikad baik tidak kunjung ditunjukkan oleh peserta yang bersangkutan, pihak Berani Backpacker langsung mengambil langkah administratif dan hukum di Korea Selatan.

    "Karena peserta tetap tidak memberikan respons dan tidak kembali ke rombongan, Tour Guide melakukan pelaporan kepada instansi pemerintah dan imigrasi setempat sebagai bentuk pemberitahuan resmi mengenai peserta yang meninggalkan rombongan," jelas Dhani.

    Pihak travel sempat mencoba membuat laporan resmi ke kepolisian setempat di Seoul, namun terganjal kendala prosedur hukum wilayah setempat sehingga belum dapat diterima.

    Saat ini, 26 peserta tur lainnya dipastikan telah kembali ke Indonesia dengan selamat, menyisakan Femas sendirian di Korea Selatan. Mengingat masa berlaku visa Femas telah habis antara tanggal 12 hingga 13 Juli 2026, status pemuda asal Madiun tersebut kini dipastikan telah melebihi izin tinggal atau overstay.

    Kepergian Femas ke luar negeri dan keputusannya untuk kabur menyisakan syok berat bagi pihak keluarga di Madiun. Pasalnya, saat hendak berangkat, Femas hanya berpamitan kepada orangtuanya untuk pergi menuju Surabaya, bukan ke Korea Selatan.

    • Sebelumnya: KPK soal Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus Kasus Febrie: Progres Positif
    • Selanjutnya: Efek Domino Kenaikan Harga Obat bagi Pengeluaran Keluarga

      Artikel Terkait

      • Mahasiswa yang Diduga Dipukul Saat Demo di DPRD Riau Cabut Laporan, Polisi Lanjutkan Penyelidikan
      • Anak Diperkosa 27 Orang, 2 Pelaku Dititipkan di Pesantren Sampang
      • Polisi Desak Jembatan Pajarakan Direhabilitasi Setelah Tol Prosiwangi Dibuka
      • Dosen UGM Terima Ancaman dan Doxing Usai Komentari Mutasi ASN Kementerian PU
      • Jalan Raya Pos: Warisan Daendels yang Masih Membentang di Pulau Jawa
      • LPSK Sebut Baru 2 Korban TPKS yang Terima Dana Bantuan
      • BMW di JLNT Antasari Diduga Mogok, Pemilik Diminta Segera Ambil ke Polres Jaksel
      • 5 Siswa SD di Surabaya Ciptakan Aplikasi Bahasa Isyarat hingga Juara IMPACT Fest 2026
      • PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
      • Dampak Regrouping Sekolah Tanpa Kajian Matang, Guru Honorer hingga Siswa Miskin Terancam

        Lihat Sekilas

      • Berawal dari Laporan Instagram, Imigrasi Bongkar Praktik Dokter Ilegal
      • Dapur MBG di Blora Pakai Minyak Goreng MinyaKita, Korwil SPPG: Enggak Boleh
      • Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Turun hingga 0 Cm, Dasar Aliran Terlihat Jelas
      • Anak Sayuti Melik Dibawa ke STPL Bekasi, Mensos: Kita Didampingi, Nanti Akan Dibantu
      • Iran Ogah Negosiasi Usai Digempur AS, Fokus Pertahanan Negara
      • 3 Kapal di Muara Angke Jakut Terbakar, Damkar Kerahkan 65 Personil
      • Viral, Video Grill Drainase Jalan Pahlawan Semarang Buat Kaget Pengendara, DPU Jelaskan Penyebabnya
      • Cabai Habanero Lokal Pertama Indonesia, Lebih Pedas dari Rawit
      • 2 WN Vietnam Dideportasi gegara Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
      • Menpan RB Ingin KPI untuk ASN Berorientasi ke Masyarakat
      • Copyright © 2026 Powered by Cari Warga Madiun yang Kabur di Korea Selatan, Agen Travel Gelar Sayembara Berhadiah Paket Liburan,Vista Notebook   sitemap