Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan

    PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan

    Waktu: 2026-09-12 19:00:11 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Ditambah lagi dengan masalah penangkapan ikan berlebih, polusi, dan perubahan iklim, cara kerja yang terpisah-pisah ini mempercepat rusaknya ekosistem laut. Padahal, ekosistem tersebut sangat penting untuk mengatur iklim bumi, menjaga keanekaragaman hayati, menyediakan bahan pangan, dan menopang pekerjaan miliaran orang di dunia.

    Bukannya memberikan satu solusi yang sama untuk semua negara, panduan ini justru membantu tiap negara membuat rencana ekonomi laut berkelanjutan yang sesuai dengan kebutuhan, sistem pemerintahan, dan tingkat perkembangan mereka sendiri.

    Panduan ini membaginya ke dalam tiga langkah utama untuk membantu pemerintah memahami kondisi mereka saat ini, menyatukan tujuan perubahan, dan memasukkan prinsip ramah lingkungan ke dalam perencanaan, keputusan, serta investasi sehari-hari.

    Solusi berbasis alam menjadi inti dari panduan ini. Panduan ini menekankan bahwa melindungi dan memulihkan ekosistem seperti hutan bakau, terumbu karang, padang lamun, dan lahan basah bisa memberikan banyak manfaat.

    Manfaat tersebut mulai dari ketahanan menghadapi perubahan iklim, menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi risiko bencana, menjamin ketersediaan pangan, hingga menjaga sumber penghasilan masyarakat secara berkelanjutan.

    Untuk mendukung penerapannya, panduan ini juga dilengkapi dengan alat penilaian cepat bernama Sustainable Blue Economy Rapid Readiness Assessment. Alat praktis ini membantu pemerintah memeriksa aturan, lembaga, keuangan, dan sistem kelola yang sudah ada saat ini, sehingga mereka bisa menentukan langkah apa yang harus diutamakan dan memulai perubahan jangka panjang.

    "Panduan ini menjadikan solusi berbasis alam, keterlibatan masyarakat, dan kerja sama seluruh lembaga pemerintah sebagai inti dalam pengambilan keputusan. Panduan ini mendorong negara-negara untuk tidak hanya mencari keuntungan jangka pendek, tetapi juga memikirkan dampak yang lebih luas bagi lingkungan, sosial, dan ekonomi," ungkap Susan Gardner, direktur Divisi Ekosistem di UNEP.

    Panduan ini juga membantu pemerintah menyalurkan anggaran mereka yang terbatas ke sektor yang bisa memberikan manfaat jangka panjang terbesar bagi manusia dan alam.

    Tantangan mengubah rencana jadi aksi nyata

    Sementara itu, Dr. Antaya March, direktur Pusat Kebijakan Plastik Global di Universitas Portsmouth mengungkapkan banyak negara punya rencana besar untuk ekonomi laut mereka, tetapi mengubah rencana itu menjadi aksi nyata yang kompak masih menjadi tantangan.

    "Panduan ini membantu pemerintah melihat bagian mana yang perlu diubah. Panduan ini juga memberikan cara yang teratur untuk menyatukan aturan hukum, investasi, dan keputusan ekonomi agar perlindungan alam dan pertumbuhan ekonomi bisa saling mendukung," katanya.

    Panduan ini juga mengutamakan keadilan dalam pembangunan berkelanjutan. Panduan ini menegaskan bahwa perempuan, masyarakat adat, komunitas lokal, dan kelompok yang selama ini terabaikan harus ikut dilibatkan dalam mengambil keputusan terkait laut dan pantai.

    Dengan mendorong kerja sama antar lembaga, aturan yang sejalan, dan investasi pada solusi berbasis alam, panduan ini bertujuan membantu negara-negara mengatasi masalah yang saling berkaitan, seperti perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, polusi, dan sampah.

    "Untuk mewujudkan ekonomi laut yang berkelanjutan, pemerintah harus bisa menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan kesehatan jangka panjang ekosistem air. Panduan ini memberikan dasar praktis untuk mengambil keputusan tersebut berdasarkan bukti nyata, sesuai dengan kondisi negara masing-masing, dan fokus pada tindakan nyata," tambah Profesor Steve Fletcher, direktur Revolution Plastics Institute di Universitas Portsmouth.

    • Sebelumnya: Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi
    • Selanjutnya: Jembatan dari Brimob untuk Mereka yang Terlupakan

      Artikel Terkait

      • Sopir Truk Diduga Microsleep, Picu Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di JORR
      • 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Sibolangit, Sopir Truk Jadi Tersangka
      • Mengapa BBM Lebih Sering Langka di Luar Jawa? Ini Analisis Pengamat
      • Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue Piala Presiden 2026, Polisi Siapkan Pengamanan Ketat
      • Dana Kelolaan Sucor AM Tembus Rp 42,6 Triliun hingga Juni 2026
      • Final Piala Dunia 2026: Tarian Tango Vs Flamenco
      • Fakta di Balik Erling Haaland Bawa Rakun Awetan, Awalnya Niat Beli Topi Koboi
      • Luis de la Fuente Meraba Duel Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026
      • Cewek Open BO Tanya AI Cara Tenang Hadapi Polisi Usai ASN Lompat dari Lantai 12
      • Awalnya Hanya Mengintip Naskah Tom Holland, Zendaya Cerita Keterlibatannya di Film The Odyssey

        Lihat Sekilas

      • Kecelakaan Beruntun 6 Kendaraan di Tol Bintara Arah Cakung, 1 Orang Tewas
      • Pigai Bantah Pernah Minta Masyarakat Belanja Rp 1 Juta per Bulan di Kopdes
      • Andy Burnham Resmi Jadi PM Baru Inggris, Langsung Dapat Titah Raja Charles
      • Polisi Usut Penyebab KM Nurul Salsa Tenggelam, Pencarian Korban Masih Berlanjut
      • Kapan Manusia Pertama Kali Menyadari Ada Dinosaurus?
      • Mazda Targetkan 1.500 SPK di GIIAS 2026
      • KPK Limpahkan Berkas Perkara Fadia Arafiq ke PN Tipikor Semarang
      • Anton Eks Drummer Sheila On 7 Menikah di Usia 47 Tahun
      • Polisi Ungkap Pemicu Warga Depok Diteror Tetangga hingga Pagar Rusak
      • Prabowo Terima Laporan Investasi Semester I 2026, Nilainya Rp 1.010,6 T
      • Copyright © 2026 Powered by PBB Rilis Panduan Resmi Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan,Vista Notebook   sitemap