Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan

    115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan

    Waktu: 2026-07-29 18:04:11 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah , kedatangan 115 warga binaan atau narapidana . Ratusan napi ini berstatus risiko tinggi atau high risk berdasarkan hasil asesmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan jajaran Sulawesi Selatan dan Jawa Timur .

    Berdasarkan keterangan Ditjenpas Kemenimipas, Senin , 79 napi asal Sulsel dan 36 napi asal Jatim dipindahkan untuk menjaga stabilitas keamanan di lapas asal. Ditjenpas mengambil Langkah ini sebagai strategi strategi penguatan sistem pengamanan dan pembinaan napi high risk.

    "Pemindahan warga binaan kategori high risk merupakan operasi pengamanan yang membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi yang kuat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Pengamanan dan Intelijen memimpin pelaksanaan kegiatan ini dengan dukungan penuh dari Kepolisian serta jajaran Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan terkait," ujar juru bicara Ditjenpas Kemenimipas, Rika Aprianti.

    Ratusan napi tersebut dikirim ke Nusakambangan dengan pengawalan Direktorat Pengamanan dan Intelijen , sebagai penanggung jawab operasi. Ditpamintel menggandeng Brimob Polri, Korlantas Polri untuk melancarkan proses pemindahan mulai dari persiapan, pengawalan, transit, hingga penempatan di Nusakambangan. Total ada 77 petugas pengamanan gabungan.

    "Kolaborasi ini menjadi kunci sehingga seluruh rangkaian pemindahan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan terkendali," sambung Rika.

    Sebanyak 79 napi asal Sulsel berangkat dari Lapas Kelas IIB Maros menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Jumat . Mereka menumpang KM DLU menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan transit sementara di Lapas Kelas I Surabaya.

    Kemudian Minggu , 36 napi high risk asal Jatim bergabung dengan rombongan tersebut. Mereka lalu menuju Nusakambangan melalui jalur darat.

    "Nusakambangan memiliki fungsi strategis sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Penempatan warga binaan high risk di Nusakambangan merupakan langkah untuk mengoptimalkan pengamanan sekaligus mendukung proses pembinaan yang lebih efektif sesuai dengan tingkat risiko masing-masing warga binaan," terang Rika.

    Sebanyak 115 napi akhirnya tiba di Pelabuhan Wijayapura, Cilacap, dini hari tadi, tepatnya pukul 01.20 WIB. Mereka melanjutkan penyeberangan ke Pelabuhan Sodong, Nusakambangan, dan tiba pukul 01.40 WIB di tujuan.

    "Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh lapas dan rutan di Indonesia," tutur Rika.

    Rika menegaskan pihaknya melakukan pemindahan secara terukur, dan berlanjut. Rika menyampaikan langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen pihaknya dalam membenahi sistem pemasyarakatan agar lebih baik dan berorientasi pada keamanan, pembinaan, serta perlindungan masyarakat.

    Lihat juga Video: Rezeki dari Balik Jeruji: Kisah Baru Nusakambangan

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Nobar Final Piala Dunia di Lapangan Banteng Membludak, Penonton Saling Dorong
    • Selanjutnya: Anggota BPK Bobby Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim

      Artikel Terkait

      • Rekap Hasil Japan Open 2026: 4 Wakil Indonesia Maju ke Perempat Final
      • Buaya Purba Seukuran Kucing Ini Simpan Kulit dan Warna Aslinya
      • Arus Lalu Lintas Macet Akibat Banjir di Pekanbaru, Polisi Bantu Warga Dorong Motor Mogok
      • Masyarakat Tidak Mampu Bisa Dapat Layanan Hukum dengan Tarif Rp 0
      • 50 Kata-kata Motivasi Bahasa Inggris Singkat dan Artinya, Penuh Makna
      • 2 Kali Tertangkap Curi Motor, Pria di Lumajang Malah Beralih Curi Bebek
      • 2 Korban Konflik Antardesa di Flores Timur Dirujuk ke Larantuka dan Lewoleba
      • Demi Bisa Kuliah Lagi, Rahmi Tempuh Perjalanan 7 Jam untuk Bertemu Dedi Mulyadi
      • 775 Siswa Bintara Polda Metro Berkemampuan SPKT Resmi Dididik di SPN Lido
      • Aprilia Optimistis Marco Bezzecchi kembali Balapan di MotoGP Inggris

        Lihat Sekilas

      • Secangkir Kopi, Meja Daur Ulang, dan Gaya Hidup yang Kian Berkelanjutan
      • Wellah Hatta Asal Indonesia Jadi Stage Manager Final Piala Dunia 2026
      • Karina aespa Cerita Pernah Lari 6 Jam demi Turun 4 Kg dalam Sehari
      • Skenario Keji Anak Angkat di Nganjuk, Jadi Otak Pembunuhan Ayah, Jasadnya Dikubur di Samping Rumah
      • Eks Pimpinan KPK: Penegakan Hukum Kejahatan SDA Dinilai Hanya Menyentuh "Pion"
      • Panglima Klaim TNI Dukung 55,24 Persen Target Produksi Beras Nasional 2026
      • TNI AD Tutup TKP Ledakan Gudang Amunisi di Madiun Usai Kejadian
      • Gunung Anak Krakatau Siaga, Disparekraf Lampung Evaluasi Festival Krakatau 2026
      • AS Naikkan Tarif Impor Brasil Jadi 25 Persen, Sengketa Dagang Memanas
      • NORAD Terapkan Pembatasan Terbang saat Final Piala Dunia 2026
      • Copyright © 2026 Powered by 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan,Vista Notebook   sitemap