Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Pendidikan >115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan

    115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan

    Waktu: 2026-09-12 19:36:13 Sumber: Vista Notebook Penulis: Hiburan

    Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah , kedatangan 115 warga binaan atau narapidana . Ratusan napi ini berstatus risiko tinggi atau high risk berdasarkan hasil asesmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan jajaran Sulawesi Selatan dan Jawa Timur .

    Berdasarkan keterangan Ditjenpas Kemenimipas, Senin , 79 napi asal Sulsel dan 36 napi asal Jatim dipindahkan untuk menjaga stabilitas keamanan di lapas asal. Ditjenpas mengambil Langkah ini sebagai strategi strategi penguatan sistem pengamanan dan pembinaan napi high risk.

    "Pemindahan warga binaan kategori high risk merupakan operasi pengamanan yang membutuhkan perencanaan matang dan koordinasi yang kuat. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Direktorat Pengamanan dan Intelijen memimpin pelaksanaan kegiatan ini dengan dukungan penuh dari Kepolisian serta jajaran Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan terkait," ujar juru bicara Ditjenpas Kemenimipas, Rika Aprianti.

    Ratusan napi tersebut dikirim ke Nusakambangan dengan pengawalan Direktorat Pengamanan dan Intelijen , sebagai penanggung jawab operasi. Ditpamintel menggandeng Brimob Polri, Korlantas Polri untuk melancarkan proses pemindahan mulai dari persiapan, pengawalan, transit, hingga penempatan di Nusakambangan. Total ada 77 petugas pengamanan gabungan.

    "Kolaborasi ini menjadi kunci sehingga seluruh rangkaian pemindahan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan terkendali," sambung Rika.

    Sebanyak 79 napi asal Sulsel berangkat dari Lapas Kelas IIB Maros menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Jumat . Mereka menumpang KM DLU menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan transit sementara di Lapas Kelas I Surabaya.

    Kemudian Minggu , 36 napi high risk asal Jatim bergabung dengan rombongan tersebut. Mereka lalu menuju Nusakambangan melalui jalur darat.

    "Nusakambangan memiliki fungsi strategis sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi. Penempatan warga binaan high risk di Nusakambangan merupakan langkah untuk mengoptimalkan pengamanan sekaligus mendukung proses pembinaan yang lebih efektif sesuai dengan tingkat risiko masing-masing warga binaan," terang Rika.

    Sebanyak 115 napi akhirnya tiba di Pelabuhan Wijayapura, Cilacap, dini hari tadi, tepatnya pukul 01.20 WIB. Mereka melanjutkan penyeberangan ke Pelabuhan Sodong, Nusakambangan, dan tiba pukul 01.40 WIB di tujuan.

    "Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh lapas dan rutan di Indonesia," tutur Rika.

    Rika menegaskan pihaknya melakukan pemindahan secara terukur, dan berlanjut. Rika menyampaikan langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen pihaknya dalam membenahi sistem pemasyarakatan agar lebih baik dan berorientasi pada keamanan, pembinaan, serta perlindungan masyarakat.

    Lihat juga Video: Rezeki dari Balik Jeruji: Kisah Baru Nusakambangan

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Bias Nasionalisme Final Piala Dunia 2026 Argentina Vs Spanyol
    • Selanjutnya: Efek Messi, Rekor Baru Industri Taruhan AS

      Artikel Terkait

      • Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan
      • Polisi Sita 19 Barang Bukti Kasus Ledakan di MAN 3 Padang, Ada 3 Bom Aktif Dimusnahkan
      • Meski Jumlah Loyalis Berkurang, Pendukung Tetap Optimistis Sudewo Bebas dan Kembali Jadi Bupati Pati
      • Nasib Tak Menentu di Napoli, Lukaku Dapat Tawaran dari MLS
      • Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tak Mengganggu Tidur? Ini Jawaban Dokter
      • Tuntaskan Perkara Ijazah, 15 Teman Kuliah Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa
      • Motif Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Terungkap, Tersinggung soal Seragam Sekolah
      • Sekjen PKB Soroti Fenomena AI Bikin Kiai Rendah Diri di Hadapan Santri
      • Inter Milan Siapkan Tawaran Perdana untuk Djed Spence
      • Kronologi Kepala SPPG Blora Hilang Usai Pamit Shalat hingga Dapur MBG Lumpuh, Pengganti Masih Ditunggu

        Lihat Sekilas

      • Janji Kejagung Transparan dalam Menangani Kasus Eks Jampidsus Febrie
      • Tren Aspal Halaman Depan Rumah di Eropa Perparah Dampak Cuaca Panas
      • Halte Kebon Sirih Ditutup hingga 20 Juli 2026 Imbas Pekerjaan Proyek MRT
      • Festival Game Genshin Impact, Honkai Star Rail, dkk Kembali Digelar di Jakarta, Ini Tanggal dan Harga Tiketnya
      • Polisi Terluka Saat Amankan Terduga Pencuri Motor dari Amukan Massa di Bogor
      • China Kurangi Impor Minyak Timur Tengah, Pasar Global Bergeser
      • Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci
      • Kebocoran Gas Diduga Picu Ledakan di Rumah Mewah Medan, Lurah: Di Kompleks Ini Semua Pakai Gas Tanam
      • Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
      • Raih Sepatu Emas, Mbappe Tinggal di Kawasan Super Eksklusif Madrid
      • Copyright © 2026 Powered by 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan,Vista Notebook   sitemap