Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China

    Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China

    Waktu: 2026-07-29 18:04:35 Sumber: Vista Notebook Penulis: Wisata

    Pemerintah Cina mengumumkan pemecatan Ma Xingrui dari Partai Komunis Cina setelah penyelidikan internal menemukan dugaan pelanggaran disiplin dan tindak pidana korupsi.

    Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, Ma diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam penempatan pejabat, mengatur pekerjaan bagi pihak tertentu, menerima hadiah ilegal, membantu kerabat membeli properti di bawah harga pasar, hingga melakukan transaksi "kekuasaan ditukar dengan uang dan seks."

    Penyidik juga menuduh Ma membiarkan anggota keluarganya memanfaatkan pengaruh politiknya untuk memperoleh keuntungan ekonomi dalam praktik yang disebut sebagai family corruption atau korupsi keluarga.

    "Penyelidikan menyebut Ma memanfaatkan jabatan untuk menguntungkan orang lain serta membiarkan keluarganya menggunakan pengaruh politiknya demi memperoleh keuntungan finansial."

    Setelah dipecat dari partai, Ma diperkirakan akan diproses melalui jalur hukum. Di Cina, pemecatan dari PKC umumnya menjadi langkah awal sebelum kasus korupsi dibawa ke pengadilan.

    Ma Xingrui bukanlah birokrat biasa. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, ia dikenal sebagai ilmuwan yang berkarier di industri antariksa Cina.

    Ia pernah memimpin sejumlah program luar angkasa nasional dan meniti karier di Cina Aerospace Science and Technology Corporation sebelum dipercaya menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan.

    Karier politiknya melesat ketika menjadi wali kota Shenzhen, kemudian menjadi gubernur Provinsi Guangdong, hingga akhirnya menjabat sebagai sekretaris Partai Komunis di Xinjiang, salah satu wilayah paling sensitif secara politik di Cina.

    Reuters mencatat bahwa sejumlah pejabat yang dipromosikan selama Ma memimpin Shenzhen maupun Xinjiang kini juga tengah diperiksa atas dugaan korupsi.

    "Kasus Ma tidak hanya menyasar individu, tetapi juga membuka penyelidikan terhadap jaringan pejabat yang berkembang di bawah kepemimpinannya."

    Kejatuhan Ma juga terjadi ketika sektor pertahanan dan industri antariksa Cina berada di bawah pengawasan yang ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pejabat dari industri pertahanan, kedirgantaraan, hingga nuklir juga terseret dalam kasus serupa.

    Pemecatan Ma menjadi episode terbaru dalam kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

    Sejak berkuasa pada 2012, Xi berulang kali menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan syarat untuk menjaga legitimasi Partai Komunis. Ribuan pejabat dari berbagai tingkat pemerintahan telah dijatuhi hukuman melalui kampanye tersebut.

    Dalam dua tahun terakhir, penyelidikan juga menjangkau sejumlah tokoh militer paling senior, termasuk mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong dan Jenderal Zhang Youxia.

    Namun, kampanye antikorupsi Xi juga kerap menjadi perdebatan di kalangan para pengamat.

    "Pemerintah Cina menyatakan kampanye ini bertujuan membersihkan birokrasi, sementara sebagian analis menilai pemberantasan korupsi juga berjalan beriringan dengan upaya memperkuat disiplin partai dan konsolidasi kekuasaan politik."

    Terlepas dari perdebatan tersebut, kasus Ma Xingrui menunjukkan bahwa penyelidikan masih terus menyasar pejabat di tingkat tertinggi Partai Komunis, termasuk figur yang sebelumnya dianggap berada dalam lingkaran elit kekuasaan.

    Editor: Rizki Nugraha

    • Sebelumnya: Kabut Asap Selimuti Banjarbaru Kalsel, 6 Penerbangan Sempat Terdampak
    • Selanjutnya: Viral Pria Pamer Alat Kelamin di JPO Grogol Jakbar, Polisi Selidiki

      Artikel Terkait

      • Wamendagri Minta DPRD Optimalkan Fungsi Pengawasan Pelaksanaan APBD
      • Curhat Penyandang Disabilitas Berburu Job Fair di Yogyakarta: Lolos Tes, Dicoret Saat Interview
      • Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim
      • Singapura Jadi Tempat Belajar Antikorupsi Kepala Daerah RI, Bagaimana Rekam Jejaknya?
      • Pilu ABG Tewas Saat Rayakan Kemenangan Spanyol di Piala Dunia
      • Cara Terbaik Menenangkan Anak Tantrum Menurut Psikolog
      • Wakil Ketua DPRD Surabaya Dorong Semua OPD Buka Hotline Aduan Warga
      • Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan di Ajang GSPI ASRI 2026
      • Hasil Japan Open 2026: Ubed Wujudkan Keinginan Hadapi Anders Antonsen
      • Jaringan Kriminal India Jadi Ancaman Global, FBI Ikut Turun Tangan

        Lihat Sekilas

      • Ford Bidik Kembali Pasar Fleet, Sasar Tambang dan Perkebunan
      • Reaksi PKB ke Gus Yahya yang Sebut Cak Imin Tak Pernah Jadi Pengurus NU
      • Singapura Jadi Tempat Belajar Antikorupsi Kepala Daerah RI, Bagaimana Rekam Jejaknya?
      • KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Suap Pajak Banjarmasin
      • Sinopsis Episode 6 Samuel, Raskal Tiba-tiba Nyatakan Cinta ke Azura
      • Polres Kuansing Ungkap Kasus Pengolahan Emas Ilegal, 1 Tersangka Dijerat
      • Cewek Open BO yang Peras ASN di Medan Kerap Ganti Foto di Aplikasi
      • Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan 'Jaga Rawat Jawa Barat', Perkuat Ekosistem Keamanan
      • Bupati Maros Benarkan PT Angkasa Pura Belum Bayar Pajak Senilai Rp 17 Miliar
      • Frenkie de Jong Cedera, Hansi Flick Siap Coba 6 Pemain Muda Barcelona
      • Copyright © 2026 Powered by Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China,Vista Notebook   sitemap