Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Kesehatan >Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China

    Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China

    Waktu: 2026-09-13 00:36:26 Sumber: Vista Notebook Penulis: Berita

    Pemerintah Cina mengumumkan pemecatan Ma Xingrui dari Partai Komunis Cina setelah penyelidikan internal menemukan dugaan pelanggaran disiplin dan tindak pidana korupsi.

    Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, Ma diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam penempatan pejabat, mengatur pekerjaan bagi pihak tertentu, menerima hadiah ilegal, membantu kerabat membeli properti di bawah harga pasar, hingga melakukan transaksi "kekuasaan ditukar dengan uang dan seks."

    Penyidik juga menuduh Ma membiarkan anggota keluarganya memanfaatkan pengaruh politiknya untuk memperoleh keuntungan ekonomi dalam praktik yang disebut sebagai family corruption atau korupsi keluarga.

    "Penyelidikan menyebut Ma memanfaatkan jabatan untuk menguntungkan orang lain serta membiarkan keluarganya menggunakan pengaruh politiknya demi memperoleh keuntungan finansial."

    Setelah dipecat dari partai, Ma diperkirakan akan diproses melalui jalur hukum. Di Cina, pemecatan dari PKC umumnya menjadi langkah awal sebelum kasus korupsi dibawa ke pengadilan.

    Ma Xingrui bukanlah birokrat biasa. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, ia dikenal sebagai ilmuwan yang berkarier di industri antariksa Cina.

    Ia pernah memimpin sejumlah program luar angkasa nasional dan meniti karier di Cina Aerospace Science and Technology Corporation sebelum dipercaya menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan.

    Karier politiknya melesat ketika menjadi wali kota Shenzhen, kemudian menjadi gubernur Provinsi Guangdong, hingga akhirnya menjabat sebagai sekretaris Partai Komunis di Xinjiang, salah satu wilayah paling sensitif secara politik di Cina.

    Reuters mencatat bahwa sejumlah pejabat yang dipromosikan selama Ma memimpin Shenzhen maupun Xinjiang kini juga tengah diperiksa atas dugaan korupsi.

    "Kasus Ma tidak hanya menyasar individu, tetapi juga membuka penyelidikan terhadap jaringan pejabat yang berkembang di bawah kepemimpinannya."

    Kejatuhan Ma juga terjadi ketika sektor pertahanan dan industri antariksa Cina berada di bawah pengawasan yang ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pejabat dari industri pertahanan, kedirgantaraan, hingga nuklir juga terseret dalam kasus serupa.

    Pemecatan Ma menjadi episode terbaru dalam kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.

    Sejak berkuasa pada 2012, Xi berulang kali menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan syarat untuk menjaga legitimasi Partai Komunis. Ribuan pejabat dari berbagai tingkat pemerintahan telah dijatuhi hukuman melalui kampanye tersebut.

    Dalam dua tahun terakhir, penyelidikan juga menjangkau sejumlah tokoh militer paling senior, termasuk mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong dan Jenderal Zhang Youxia.

    Namun, kampanye antikorupsi Xi juga kerap menjadi perdebatan di kalangan para pengamat.

    "Pemerintah Cina menyatakan kampanye ini bertujuan membersihkan birokrasi, sementara sebagian analis menilai pemberantasan korupsi juga berjalan beriringan dengan upaya memperkuat disiplin partai dan konsolidasi kekuasaan politik."

    Terlepas dari perdebatan tersebut, kasus Ma Xingrui menunjukkan bahwa penyelidikan masih terus menyasar pejabat di tingkat tertinggi Partai Komunis, termasuk figur yang sebelumnya dianggap berada dalam lingkaran elit kekuasaan.

    Editor: Rizki Nugraha

    • Sebelumnya: Standing Motor di Atas Jembatan, Pria Kampar Terjatuh ke Sungai dan Hilang
    • Selanjutnya: Piala Dunia 2026: Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Las Malvinas

      Artikel Terkait

      • Massa Demo Bubar, Jalan Medan Merdeka Arah Gambir Jakpus Kembali Dibuka
      • Cekcok Berujung Ucapan Rasis Penjahit di Bali ke Pelanggan Berakhir Damai
      • Declan Rice: Skuad Terbaik Inggris yang Tinggal Menunggu "Waktunya"
      • Tak Sekadar Naik Perahu, Wisatawan Bisa Mendengar Kisah Waduk Sermo dari Atas Kapal
      • Pria di China Kaget, Meja Makan Retak di Rumahnya Ternyata Benda Bersejarah Dinasti Qing
      • Iran Tuding AS Lakukan Kejahatan Perang, Serang Infrastruktur Sipil
      • Kronologi Pengungkapan Pod Getar dan Happy Water di Bogor, Polisi Kembangkan Jaringan dari Jakarta
      • Umur Pendek Ancaman Trump soal Tarif 20% di Selat Hormuz
      • Lewat Vicon, Prabowo Minta Maaf Tak Hadiri Langsung Groundbreaking Abadi Masela
      • Ortu Remaja Sidoarjo Bugil Saat Terima Pesanan Ojol Buka Suara

        Lihat Sekilas

      • Sadisnya Rahmat Dimas Rampok dan Bunuh Ojol Tidur di Tangerang
      • Pemkot Depok Akan Revitalisasi Angkot Tak Layak, Awasi yang Lintas Wilayah
      • Kata-kata Fajar dan Fikri Usai Jadi Juara Japan Open 2026
      • Cerita Zhafif, Siswa SMAS Kharisma Bangsa yang Ikut Olimpiade Internasional
      • Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Dunia Industri
      • John Herdman Sanjung Performa dan Kedewasaan Mitchell Baker
      • Rumah Febrie Adriansyah di Sentul Dijadikan Kantor Yayasan oleh Don Ritto Sejak 2023
      • Tabrak Tong Sampah saat Kabur, 2 Maling Motor Diamuk Massa di Jaksel
      • Diperiksa KPK 9 Jam, Anggota BPK Bobby: Semua Sudah Disampaikan ke Penyidik
      • Melihat Mini Zoo Purworejo yang Mangkrak, Proyek Rp 9,69 Miliar Berujung Korupsi
      • Copyright © 2026 Powered by Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China,Vista Notebook   sitemap