Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Berita >Isu Palestina dan Kekalahan Argentina

    Isu Palestina dan Kekalahan Argentina

    Waktu: 2026-07-29 18:03:16 Sumber: Vista Notebook Penulis: Olahraga

    Begitulah akhir perjalanan Lionel Messi bersama Tim Tango di final Piala Dunia. Saat peluit panjang berbunyi mengakhiri pertandingan, ia pun lesu. Kealanya tertunduk, matanya basah. Di papan skor terpampang hasil yang menyakitkan: Spanyol menang tipis: 1-0

    Bagi Messi, kekalahan itu bukan sekadar gagalnya mempertahankan gelar juara dunia. Di usia 39 tahun, final itu terasa seperti panggung terakhir di Piala Dunia.

    Empat tahun lagi, usia mungkin akan menjadi lawan yang lebih sulit ditaklukkan daripada sebelas pemain di lapangan. Namun, sebelum pertandingan dimulai, media sosial sudah lebih dulu memainkan "pertandingannya" sendiri.

    Hal itu bermula ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya kepada Argentina. Linimasa pun gegap gempita. Sebagian warganet langsung mengaitkannya dengan sikap pemerintah Spanyol yang selama ini lebih vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan menunjukkan dukungan kepada Palestina.

    Meme bermunculan. Sindiran bertebaran. Teori-teori jenaka diproduksi tanpa henti. Bahkan, sebagian pendukung Argentina buru-buru menegaskan bahwa dukungan Netanyahu tidak mewakili sikap rakyat Argentina yang banyak juga mengecam tragedi kemanusiaan di Gaza.

    Benar atau tidak, begitulah cara media sosial bekerja. Di sana, fakta sering kali bertemu imajinasi. Lalu lahirlah apa yang oleh orang Jawa disebut ilmu gotak-gatuk, apa pun dicocok-cocokkan agar tampak saling berkaitan.

    Sebelumnya, fenomena serupa muncul menjelang semifinal. Ketika mantan Presiden Joko Widodo mengaku mendukung Prancis di semifinal, tapi kemudian justru tersingkir oleh Inggris.

    Cocokologi pun berkembang. Ada yang berseloroh bahwa nasib Partai Solidaritas Indonesia pada Pemilu 2029 akan mengikuti jejak Prancis karena sama-sama "didukung Jokowi".

    Tentu saja semua itu hanya guyonan. Tetapi guyonan di media sosial sering kali dianggap lebih menarik daripada kenyataan. Padahal, ada kisah lain yang jauh lebih indah daripada semua teori tersebut.

    Sembilan belas tahun lalu, Barcelona bersama UNICEF menggelar pemotretan amal. Mega Bintang Barca, Lionel Messi diminta menggendong sekaligus memandikan seorang bayi berusia enam bulan. Tak seorang pun saat itu menyangka bayi mungil itu kelak akan berdiri di hadapannya pada final Piala Dunia. Bayi itu bernama Lamine Yamal.

    Adegan tersebut lama terlupakan. Bertahun-tahun kemudian, ketika Yamal menjelma menjadi salah satu talenta terbaik dunia, adegan dalam selembar potret itu kembali viral. Kebetulan atau takdir? Senin dinihari tadi, yang dulu memandikan dan dimandikan akhirnya saling berhadapan dalam laga terbesar di dunia sepak bola.

    Ketika pertandingan usai, Yamal tidak larut dalam pesta kemenangan. Ia justru menghampiri Messi. Keduanya berpelukan cukup lama. Bagi saya, momen itu jauh lebih bermakna daripada semua teori gotak-gatuk yang memenuhi linimasa. Netanyahu boleh mendukung siapa pun. Jokowi boleh menjagokan tim mana pun. Warganet bebas membuat ribuan teori dan cocokologi.

    Tetapi sepak bola selalu memiliki cara untuk mengingatkan kita bahwa pertandingan terbesar sesungguhnya bukan tentang siapa mendukung siapa. Melainkan tentang bagaimana seorang manusia tetap menghormati manusia lainnya-bahkan ketika berdiri di sisi yang berlawanan.

    Simak juga Video 'Argentina Gagal Juara Piala Dunia, Fansnya Rusuh di Buenos Aires':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Link Live Streaming Piala Dunia 2026 Hari Ini: Final Spanyol Vs Argentina
    • Selanjutnya: Kecelakaan Beruntun di Jalan MT Haryono Jaksel, 4 Orang Terluka

      Artikel Terkait

      • Polda Sumsel Dirikan Kafe Buruh Presisi, Jadi Ruang Dialog Ketenagakerjaan
      • TNI-Polri Bakal Dilibatkan Awasi Pajak di Desa, Pemprov Jateng: Pajak Kewajiban Warga Negara
      • FIFA Buka Investigasi Keributan Argentina Vs Spanyol di Laga Final, Apa Sanksi yang Mengintai?
      • Ini Jadwal Pengiriman Motor Listrik VinFast di Indonesia
      • Skandal Ujian Promosi PNS, Hampir 6.000 Pegawai Terancam Dihukum
      • Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Naik
      • Ilmuwan Teliti Manusia Berusia 100 Tahun Selama 5 Dekade, Ini Rahasia Umur Panjang
      • Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
      • Gerindra Bantah Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum
      • TNI AD Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi Madiun

        Lihat Sekilas

      • Laporan Amplop Menhut Selesai, KPK Lanjut Dalami Kaitan ke Bupati Kuansing
      • Jadwal KRL Jogja-Solo Besok Selasa 21 Juli 2026, Cek Jadwal dari Yogyakarta ke Solo
      • Resep Lodeh Bumbu Iris Sederhana, Gurih Santan Sedap
      • Ketrampilan Apa yang Diperlukan Anak Muda di Dunia Kerja?
      • Wali Kota Pekanbaru Yakin Argentina Melenggang ke Final
      • IATA: Penerbangan Ramah Lingkungan Mahal dan Maskapai Tak Sanggup Tanggung Sendiri
      • Jangan Simpan Motor Listrik di Tempat Panas dan Lembab, Ini Alasannya
      • Bangor Fest Vol. 4 Umumkan Line-up Hari Kedua, Ada Bernadya hingga Aldi Taher Gallagher
      • KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda Diamankan Polisi
      • Efek Messi, Rekor Baru Industri Taruhan AS
      • Copyright © 2026 Powered by Isu Palestina dan Kekalahan Argentina,Vista Notebook   sitemap