Jadikan BerandaFavorit
  • Beranda
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Berita
  • Lokasi: Beranda >Hiburan >Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan

    Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan

    Waktu: 2026-07-29 17:16:55 Sumber: Vista Notebook Penulis: Kesehatan

    Ayo, tingkatkan partisipasi kita dalam pembangunan bangsa dan wujudkan impian Indonesia yang lebih baik!

    Penunjukan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk mendorong praktik pengadaan barang dan jasa pemerintah yang lebih ramah lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

    Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyambut baik penunjukan Jawa Tengah sebagai pilot project pengadaan berkelanjutan LKPP tersebut. Program ini dinilai menjadi momentum untuk memperkuat peran UMKM sekaligus mendorong penggunaan produk yang ramah lingkungan dalam pengadaan pemerintah.

    "Kami mengucapkan terima kasih kepada LKPP yang sudah menunjuk Jawa Tengah untuk piloting pengadaan berkelanjutan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno pada keterangan tertulis, Kamis .

    Sumarno menuturkan konsep pengadaan berkelanjutan tidak lagi hanya berorientasi pada kualitas barang dan harga, tetapi juga memperhatikan dampak ekonomi dan lingkungan. Dari sisi ekonomi, pengadaan pemerintah harus mampu memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah , untuk ikut berpartisipasi sebagai penyedia barang dan jasa.

    "Pengadaan harus melibatkan semua. Bagaimana mendorong ekonomi lokal, bagaimana mendorong UMKM agar terlibat di dalamnya. Kami bersyukur karena di Jawa Tengah pelaku ekonomi mayoritas adalah UMKM," jelasnya.

    Selain aspek ekonomi, pengadaan berkelanjutan juga diarahkan untuk mendukung pelestarian lingkungan melalui penggunaan barang dan jasa yang ramah lingkungan.

    "Terkait dengan pengadaan barang-barang yang ramah lingkungan, ini menjadi bagian dari upaya kita menjaga keberlanjutan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan ke depan," imbuhnya.

    Sumarno juga berpesan kepada seluruh penyedia barang dan jasa di Jawa Tengah agar menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pengadaan. Penyedia yang telah memperoleh pekerjaan juga diminta menjaga kualitas hasil pekerjaan sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan pemerintah.

    "Apabila sudah ditunjuk menjadi penyedia barang dan jasa, mohon dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Jaga kualitasnya agar sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan," katanya.

    Sumarno berharap para penyedia mulai menyesuaikan diri dengan konsep pengadaan berkelanjutan, baik melalui penyediaan produk yang ramah lingkungan maupun praktik usaha yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

    "Teman-teman penyedia juga harus mulai masuk ke sana dengan pengadaan berkelanjutan ini. Bagaimana bisa terlibat dalam pengadaan barang dan jasa yang memperhatikan keberlanjutan, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan," pungkas Sumarno.

    Direktur Pengembangan dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Setyowati mengatakan Jawa Tengah dipilih karena memiliki nilai pengadaan yang besar serta komitmen kuat dalam menerapkan prinsip-prinsip pengadaan berkelanjutan.

    Menurutnya, Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi dengan nilai belanja pengadaan yang tinggi dan memiliki posisi strategis dalam mendorong transformasi sistem pengadaan pemerintah yang lebih berkelanjutan.

    "Harapannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah lainnya dalam menerapkan pengadaan berkelanjutan pada proses pengadaan barang dan jasa," kata Direktur Pengembangan dan Kerja Sama Internasional LKPP Dwi Rahayu Setyowati.

    Dwi menambahkan respons cepat Pemprov Jateng ketika diminta menjadi pilot project menunjukkan komitmen kuat untuk bersama-sama mengembangkan sistem pengadaan yang berorientasi pada keberlanjutan.

    Ia menjelaskan praktik pengadaan di Jawa Tengah saat ini telah mengarah pada prinsip-prinsip pengadaan hijau , tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan saat ini, tetapi juga mempertimbangkan dampak lingkungan dalam setiap proses pengadaan.

    Beberapa di antaranya dilakukan dengan memilih produk atau peralatan yang memiliki emisi lebih rendah, serta memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.

    "Praktik-praktik baik tersebut sebenarnya sudah mulai dilaksanakan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sehingga ke depan tidak perlu memulai dari awal lagi untuk mengimplementasikan pengadaan berkelanjutan," jelas Dwi Rahayu.

    Ke depan, yang diperlukan adalah penguatan kapasitas sumber daya manusia dan peningkatan pemahaman seluruh pemangku kepentingan. Selain itu, diperlukan pula dukungan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar implementasi pengadaan berkelanjutan semakin optimal.

    Pada tahun ini, LKPP menetapkan lima instansi sebagai pilot project pengadaan berkelanjutan. Tiga di antaranya merupakan kementerian, yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Agama, dan Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara dua pemerintah daerah yang dipilih adalah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Simak juga Video 'Pilot-Ibu Hamil Tewas di Papua, DPD Bentuk Pansus Penanganan Konflik':

    [Gambas:Video 20detik]

    • Sebelumnya: Ketum KOI Harap Prestasi Anggie Intania Chalik Picu Kebangkitan Tinju Indonesia
    • Selanjutnya: MAKI Nilai Pernyataan Hotman di Kasus Febrie Bahaya, Coba Benturkan Proses Hukum

      Artikel Terkait

      • Rapat bersama Komisi II, Mendagri Paparkan Kinerja Anggaran Kemendagri yang Tetap Optimal di Tengah Efisiensi
      • Dihuni Cuma 350 Orang, Flam Desa Surga di Balik Keajaiban Film Frozen
      • Bahlil Akan Bikin Aturan, Akomodasi Putusan MK soal Izin Tambang untuk Ormas
      • Teka-teki "Safe House" Bupati Sukoharjo di Solo, Diduga Simpan Brankas Emas
      • Viral Remaja di Sidoarjo Terima Pesanan Ojol Sambil Bugil di Teras Rumah
      • Diresmikan Prabowo, Konstruksi Proyek Abadi Masela di Maluku Dimulai
      • Tak Cukup Modal Sayang, Banyak Pemilik Kucing Menyerah Saat Ekonomi Makin Berat
      • DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
      • Pemkab Banyumas Pastikan Gaji 3.818 PPPK Aman hingga Desember 2026 meski Dana Pusat Dipangkas
      • Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah

        Lihat Sekilas

      • ASN Jaksel Bawa Kendaraan Pribadi di Hari Wajib Naik Transum, Mobil Diderek
      • Cegah Truk ODOL Masuk Jalan Protokol Jakarta, Jembatan Timbang Perlu Ditambah
      • Duit Korupsi Modal Batu Bara Rp 38,9 M Dipakai untuk Urusan Pribadi Tersangka
      • Pencurian Modul BTS Bikin Sinyal Hilang dan Puluhan Miliar Melayang
      • Anak 3 Tahun di Kota Serang Kecanduan Rokok, Kerap Pungut Puntung Lalu Diisap
      • MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Terus Jaga Integritas
      • Mengapa Jatuh Cinta Bisa Memicu Rasa Takut dan Cemas?
      • Gibran Sebut Infrastruktur Jadi Keluhan Utama Warga Lampung, Jalan Penopang Ekonomi Diprioritaskan
      • Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
      • Bareskrim Serahkan 3 Bandar Narkoba Katingan ke Polda Kalteng
      • Copyright © 2026 Powered by Pemprov Jateng Ditetapkan Jadi Pilot Project Pengadaan Berkelanjutan,Vista Notebook   sitemap